Catatan Dahlan Iskan

Marah Iklan

Bagikan
Bagikan

Awalnya tarif yang dikenakan ke Kanada 25 persen. Hanya bidang tertentu yang 10 persen. Kanada melawan. Dan terus melawan. Trump justru menaikkannya menjadi 35 persen.

Ontario adalah provinsi yang paling terkena tarif itu. Doug sendiri seorang pengusaha –sejak dari ayahnya. Ia baru saja terpilih untuk kali ketiga jadi gubernur Ontario.

Di dalam negeri Doug amat populer –termasuk lantaran obesitasnya. Berat badannya pernah sampai 125 kg. Saya sendiri sulit mencari foto Doug yang langsing.

Sebenarnya di saat Trump di Malaysia, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga di Kuala Lumpur. Tapi Trump sudah bilang ia belum akan mau bertemu Carney sementara waktu.

Dari Malaysia Trump ke arah utara, ke Jepang. Carney ke arah selatan, ke Singapura. Keduanya lantas sama-sama ke Korea Selatan: KTT APEC. Di situ akan hadir pula Xi Jinping. Ketiganya tentu akan bertemu. Maka menarik untuk dilihat bagaimana mereka bertemu untuk tidak bertemu.

Di antara pemimpin yang sedang bersitegang itu muncul Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Terlihat jelas intelektualitas Wong sangat tinggi. Simaklah jawaban Wong saat diwawancara Financial Times London. Saya sarikan intinya berikut ini:

###

Saat ini adalah masa transisi global yang sulit. Setelah Amerika mundur dari globalisasi aturan globalisasi lama sudah tidak berlaku. Namun aturan baru belum ada. Tapi kita tidak boleh diam. Kita harus mengambil tindakan sekarang. Kita harus membangun koneksi dan perdagangan baru untuk menjaga liberalisasi perdagangan. Jadi, itulah yang ingin dilakukan Singapura tapi tidak dapat melakukannya sendiri. Kita akan melakukannya dengan negara-negara lain yang memiliki pemikiran serupa. Mungkin Amerika belum siap bergabung sekarang tapi kita harus melakukannya

###

Jernih sekali pemikiran Wong. Ingin meninggalkan Amerika tanpa menyerang Amerika. Alasan yang dibangunnya juga sangat logis: apa yang harus diperbuat di saat rezim lama menghilang, rezim baru belum ada. Konsepnya begitu nyata.

Kelihatannya Singapura mulai mendekat ke Tiongkok sebagai realitas baru untuk mengisi kekosongan hilangnya konsep lama globalisasi ekonomi.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Stres Debanking

Kalau Senin hari ini kondisi obligasi di Jepang kian parah, perusahaan-perusahaan Trump...

Catatan Dahlan Iskan

Hady Alan

Oleh: Dahlan Iskan Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus...

Catatan Dahlan Iskan

Belah Tiga

Ternyata yang ditunggu tidak datang. Amerika terus melancarkan “humor” ingin menjadikan Kanada sekadar negara...

Catatan Dahlan Iskan

Transformasi Ngambek

Dokter Supriyanto seperti frustrasi. Sudah kerja keras. Sudah menciptakan sistem agar tidak...