Komisi X DPR RI secara umum mendukung langkah pemerintah memperluas pengajaran bahasa asing. Termasuk Portugis.
Namun Hetifah menekankan kebijakan ini harus memiliki dasar strategis yang jelas. Baik dari sisi diplomasi, kebutuhan pasar global, maupun relevansi bagi masa depan siswa.
“Kami menyambut baik setiap inisiatif untuk memperkaya kompetensi bahasa asing, tapi perlu dipastikan manfaatnya konkret dan berkelanjutan,” terang Hetifah.
Bahasa Portugis kini digunakan di lebih dari 260 juta penutur di dunia. Termasuk di Brazil, Portugal, Angola, dan Timor Leste.
Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum, Indonesia dapat memperluas hubungan diplomatik, akademik dan perdagangan dengan komunitas berbahasa Portugis.
Selain itu, langkah ini juga dapat menjadi strategi pendidikan jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang lebih siap bersaing di tingkat global.