Home Megapolitan DPRD DKI Minta Gubernur Tak Buru-buru Naikkan Tarif TransJakarta Jadi Rp5.000
Megapolitan

DPRD DKI Minta Gubernur Tak Buru-buru Naikkan Tarif TransJakarta Jadi Rp5.000

Bagikan
Naikan tarif transjakarta jadi Rp5.000
DPRD DAKI Jakarta minta Gubernur jangan buru-buru naikan tarif TransJakarta
Bagikan

finnews.id – Rencana kenaikan tarif TransJakarta jadi Rp5.000 dari sebelumnya Rp3.500. Rencana kenaikan tarif transjakarta jadi Rp5.000 menuai perhatian DPRD DKI Jakarta.

Komisi B DPRD meminta Gubernur DKI Pramono Anung agar tidak tergesa-gesa memberlakukan kebijakan tersebut tanpa kajian matang.

Anggota Komisi B DPRD DKI, Francine Widjojo, menegaskan bahwa penetapan tarif baru harus melalui analisis komprehensif, terutama terkait kemampuan bayar masyarakat.

“Kebijakan penyesuaian tarif jangan terburu-buru. Harus ada kajian mendalam, khususnya soal kemampuan bayar warga,” ujar Francine, Selasa (28/10/2025).

Alasan Naikan Tarif Tansjakarta Jadi Rp5.000 

Sejak tarif Rp3.500 diterapkan pada 2005, layanan TransJakarta terus berkembang. Jangkauan rute semakin luas, hadir integrasi JakLingko, layanan gratis untuk kelompok tertentu, hingga TransJakarta Care untuk penyandang disabilitas. Layanan kini bahkan terhubung ke wilayah Jabodetabek.

Karena itu, DPRD ingin memastikan kenaikan tarif benar-benar proporsional dengan kondisi sosial dan pelayanan saat ini.

“Wajar atau tidak tarif baru ini untuk keseluruhan layanan? Itu yang harus dikaji dulu,” tambah Francine.

Usulan Kenaikan dan Sikap DPRD

Usulan awal dari pihak eksekutif adalah kenaikan sebesar Rp1.500, sehingga tarif menjadi Rp5.000 per penumpang. Namun DPRD menegaskan dokumen kajian tertulis dari Pemprov dan TransJakarta belum diterima.

“Belum ada kajian resmi yang masuk ke Komisi B. Pembahasan menunggu kelengkapan bahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyatakan tarif TransJakarta memang akan naik, namun belum menentukan waktu penerapannya. Ia menyebut Pemprov tak bisa terus menanggung subsidi lebih dari Rp9.000 per penumpang, apalagi sekarang ada 15 golongan masyarakat yang mendapat fasilitas transportasi gratis.

“Tidak bisa Pemerintah Jakarta menyangga semua penduduk yang ada di Jakarta dan Jabodetabek,” kata Pramono.

Kenaikan tarif TransJakarta masih menunggu pembahasan lanjutan antara Pemprov dan DPRD.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Megapolitan

Arus Mudik dari Terminal Jakarta Masih Lancar, Puncak Diprediksi 18 Maret 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan aktivitas keberangkatan penumpang sejauh ini masih...

Megapolitan

PBB Ungkap Prediksi Bahaya di Jakarta

finnews.id – Jakarta berada di peringkat pertama dalam kategori kepadatan penduduk. Menurut...

Mudik Gratis DKI Jakarta 2026
Megapolitan

Kuota Mudik Gratis Jakarta Membeludak, 30 Ribu Peserta Siap Diberangkatkan dari Monas

Finnews.id – Antusiasme warga ibu kota untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman...

Megapolitan

Update Tragedi Longsor TPST Bantargebang: Korban Tewas Bertambah Jadi 5 Orang

finnews.id – Duka mendalam menyelimuti TPST Bantargebang. Memasuki hari kedua pencarian, jumlah...