Home Lifestyle Quiet Covering, Tren Baru Gen Z di Dunia Kerja
Lifestyle

Quiet Covering, Tren Baru Gen Z di Dunia Kerja

mengenal quiet covering

Bagikan
Quiet Covering, Tren Baru Gen Z di Dunia Kerja
Quiet Covering, Tren Baru Gen Z di Dunia Kerja
Bagikan

Penelitian terbaru dari Hu-yy x Hi-Bob melaporkan bahwa 97% karyawan bekerja setidaknya beberapa kali, dan 67% bekerja sering. Alasan utamanya meliputi:

– Menjaga citra profesional (55%)

– Mencari penerimaan sosial (48%)

– Menghindari diskriminasi (46%)

– Demi peluang promosi, kenaikan gaji, atau bonus (46%)

– Meningkatkan penilaian kinerja tahunan (43%)

 

Menariknya, covering paling sering dilakukan kepada atasan senior (55%) atau manajer langsung (54%).

Quiet Covering Gen Z di Tempat Kerja

Menurut studi, pekerja Gen Z dua kali lebih mungkin menyembunyikan identitas diri dibandingkan generasi boomer untuk menyembunyikan sebagian dari diri mereka di tempat kerja. Bahkan 56% di antaranya melakukan hal tersebut kepada HR.

Hampir setengah dari Gen Z melaporkan menyembunyikan tantangan kesehatan mental, kebiasaan perawatan diri, atau pengalaman masa lalu untuk memproyeksikan citra profesional yang kuat sehingga mereka lebih mudah dipromosikan. Katz melihat tatapan Gen Z sebagai respons perlindungan diri terhadap norma-norma tempat kerja yang dapat terasa menuntut secara emosional.

“Tatapan Gen Z mungkin tenang, tetapi tidak pasif. Apa yang tampak seperti ketidakpedulian seringkali merupakan bentuk perlindungan diri yang aktif dan terukur. Itu adalah batasan nonverbal yang mereka adaptasi untuk menghadapi tempat kerja yang dibentuk oleh budaya yang selalu aktif, di mana kepercayaan diri (bukan kompetensi), ketersediaan emosional, dan antusiasme yang terlihat terhadap budaya perusahaan diperlakukan sebagai metrik kinerja,” kata Katz.

 

Studi ini sekaligus juga menjelaskan Gen Z dan Milenial yang diam-diam meliput sebagai keputusan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan mereka mendapatkan promosi, kenaikan gaji, dan bonus, mendapatkan ulasan akhir tahun yang lebih baik, menghindari diskriminasi, dan mendapatkan penerimaan sosial.

Katz menekankan bahwa ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan. Seiring waktu, hal ini menguras kinerja, memperlambat pertumbuhan, dan mengikis kepercayaan diri.

Studi Hu-X x Hi-Bob menemukan tujuh dampak utama quiet covering pada Gen Z:

1. Menyebabkan stres sedang hingga berat (64%)

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Bagaimana Cara Memberi Selamat Hari Raya Nyepi secara Kekinian? Rahasia di sini

finnews.id – Selamat Hari Suci Nyepi atau Tahun Baru Saka 1948 untuk...

Lifestyle

Bagaimana Persiapan Nyepi di Malang? Intip Sakral-nya di sini

Hampir sekitar 400 kepala keluarga umat Hindu di kota ini akan menjalankan...

LifestyleNews

Kuliner Wajib di Solo, Nasi Liwet Yu Sani Tawarkan Rasa Legendaris dan Harga Terjangkau

Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, serta suasana tradisional, Nasi Liwet Yu...

Lifestyle

Ritual Hari Raya Nyepi, Penyelamat Kehidupan Lebih Terkendali dan Berarti

Kedua katarsis kolektif ini dilakukan sehari menjelang Nyepi. Secara simbolik, pengarakan ogoh-ogoh...