Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

Bagikan
Sayap Ekonom
Kwik Kian Gie, mantan Menko EKUIN era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berpulang di usia 90 Tahun-X.com/ybaindonesia-
Bagikan

Sejak SMA Pak Kwik sudah membuat perkumpulan siswa SMA Tionghoa tapi anggotanya harus yang sudah berwarga negara Indonesia. Saat itu, tahun 1950-an masih banyak orang Tionghoa berstatus WNA –pun anak-anak mereka.

Kwik-muda pilih jadi aktivis sepenuh hati. Begitu terpilih sebagai ketua ia pindah ke Surabaya –hanya karena sekjen terpilihnya pelajar dari Surabaya. Sang Sekjen tidak bisa pindah ke Semarang. Kwik yang mengalah pindah ke Surabaya. Agar organisasi bisa berjalan lancar.

Padahal waktu itu ia baru kelas dua di SMA Karangturi Semarang. Sejak tahun 1950-an pun SMA Karangturi sudah jadi SMA unggul. Sampai sekarang.

Di Surabaya, Kwik mencari orang yang mau diajak mendirikan SMA. Berdirilah SMA Erlangga di Kaliasin. Di salah satu jalan bernama awal ‘Embong’ –beberapa jalan di situ berawalan ”Embong” –seperti Embong Sawo dan Embing Kenongo. Embong sendiri berarti ”Jalan” dalam bahasa Surabaya.

Kwik langsung masuk kelas tiga di sekolah baru itu. Ia juga jadi pengurus inti di sekolah. Maka di samping sebagai siswa, Kwik tiap bulan memikirkan gaji guru-guru di SMA itu.

Lulus SMA Pak Kwik masuk Universitas Indonesia. Awalnya ingin masuk fakultas hukum. Alasannya: agar bisa ikut mengatur negara.

Berdasarkan tujuan Kwik itulah kakaknya yang di Belanda minta Kwik mengambil jurusan ekonomi. “Mengatur negara itu lebih berhasil bila lewat ekonomi,” kata sang kakak seperti ditirukan Kwik untuk saya.

Baru tiga bulan di UI, kakaknya sakit. Kwik harus berangkat ke Belanda. Ia tunggui kakaknya yang sakit. Sampai akhirnya meninggal. Kwik pun menempati rumah kakak itu. Kuliah di Belanda. Di Rotterdam.

Di kampus itu Kwik kecantol gadis di bagian administrasi. Pacaran. Kawin.

Sang istri dibawa pulang ke Indonesia. Jadi WNI. Saat Kwik mendapat tugas sebagai kepala kantor dagang Indonesia di Belanda istri tidak bisa ikut –tidak dapat visa.

Sembilan bulan kemudian visa baru keluar. Sang istri menyusul ke Belanda dengan marah. Begitu mendarat di bandara dia tidak langsung menemui Kwik. Dia ke kantor pemerintah Belanda dulu. Dia tumpahkan kemarahan di situ. Dia gebrak meja.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Bandit Sosial

Fajar sangat lama menjadi wartawan ANTV. Tugas liputannya di Gedung Bundar, Kejaksaan...

Catatan Dahlan Iskan

Kelapa Gading

“Hanya dalam 10 tahun terakhir bertambah enam proyek. Bandung, Bogor, Bali, Karawang,...

Catatan Dahlan Iskan

Istana Garuda

Saya lama berdiri di teras: menikmati keindahan dan kemegahannya. Lalu masuk ke...

Perjalanan ke IKN lewat tol baru, Dahlan Iskan soroti Masjid Negara hingga fasilitas yang dinilai belum maksimal
Catatan Dahlan Iskan

Langit Sumur

Oleh: Dahlan Iskan Jalan tol ke IKN sudah bisa dilewati: di hari...