Catatan Dahlan Iskan

Iqro Jimmy

Bagikan
Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

Saya orang ketiga yang tiba di musala Iqro’ subuh itu. Kalau saja udara tidak sedingin dua derajat, lebih baik tunggu waktu subuh di luar. Indah. Kota Perth, di bagian mana pun indahnya tidak kepalang. Pun di sekitar Iqro’ ini.

Awalnya aktivis Islam di Australia Barat ingin membangun masjid dengan cara lama: di tanah wakaf. Kebetulan ada warga asal Afghanistan yang mewakafkan tanah. Mereka pun mengurus persiapan. Banyak uang sudah dibelanjakan. Wakaf diurungkan.

Kesedihan itu didengar Iqro’ dari Kota Sydney. Rupanya Iqro’ berdiri di banyak kota di Australia. Mereka turun tangan. Pun Aa Gym. Ulama Bandung itu memang sering ke Perth. Beliau punya lembaga Darut Tauhid di Perth. Tidak hanya satu.

Setiap ke Perth, Aa Gym membina Darut Tauhid-nya. Juga menyalurkan hobinya: mengendarai moge –motor gede. Kabarnya sampai beli moge di Perth. Belakangan hobinya beralih: gowes –bersepeda.

Dari kesulitan di tanah wakaf itulah muncul ide yang luar biasa jeli. Ide itu muncul dengan cara memanfaatkan sistem asuransi tenaga kerja di Australia –semacam BPJS Ketenagakerjaan.

Saya bertemu pemilik ide itu: Jimmy Suroto. Ia orang Grobogan, Jateng, yang menamatkan SMA-nya di Tual, Maluku Tenggara. Jimmy alumnus ITB Bandung jurusan geodesi.

Ternyata Jimmy juga berteman dengan Joko Intarto, sesama orang Grobogan yang membidani lahirnya Disway.id.

Di Australia semua pekerja wajib menyisihkan gajinya: antara sembilan persen sampai 13 persen. Dana tenaga kerja itu dikelola oleh superfund: diputar di lembaga-lembaga investasi –untuk bisa dapat keuntungan.

Demokrasi di Australia meluas sampai pun ke soal pengelolaan keuangan. Tidak boleh ada monopoli. Superfund pun tidak boleh hanya satu. Maka lahirlah banyak superfund yang memanfaatkan dana asuransi buruh itu.

Salah satunya: Hijaz. Superfund Hijaz memutar dana secara syariah. Ke situlah iuran “BPJS Ketenagakerjaan” Jimmy dkk mengalir. Hijaz yang memutarnya. Sampai Jimmy punya ide sendiri.

Begitu demokratisnya sistem keuangan di Australia, dana “BPJS Ketenagakerjaan” itu tidak harus dikelola oleh superfund. Perorangan pun boleh. Bahkan Anda sendiri. Anda, sebagai tenaga kerja yang memotong gaji Anda, boleh mengelola potongan gaji Anda itu. Misalnya untuk beli rumah. Dengan demikian di saat pensiun Anda sudah punya rumah.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Sirrul Cholil

Rahasia kekasih. Musim hujan yang datang lebih dini tidak hanya membuat banjir...

James Rachman Radjimin (duduk) sewaktu masih sehat.--
Catatan Dahlan Iskan

Carter 747  

PUN ketika meninggal dunia, James Rachman Radjimin memecahkan rekor: vegetatif terlama di...

Ilustrasi Nadiem Makarim-Gusti-Harian Disway-
Catatan Dahlan Iskan

Melanggar Sombong

BEGITU besar nama Nadiem Makarim. Sejak sebelum menjadi menteri. Bahkan sudah lebih...

dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah)
Catatan Dahlan Iskan

Pilihan Baru

PERLOMBAAN memiliki alat terbaru terus berlangsung. Pesertanya: rumah-rumah sakit. Lomba itu kini...