Home Ekonomi IHSG Siang Ini Anjlok 1,7 Persen ke 6.789, Investor Wajib Waspada!
Ekonomi

IHSG Siang Ini Anjlok 1,7 Persen ke 6.789, Investor Wajib Waspada!

Bagikan
IHSG Hari Ini Anjlok 1,7 Persen ke 6.789, Investor Wajib Waspada!
Ilustrasi - IHSG (Copilot)
Bagikan

finnews.id – IHSG hari ini kembali memerah. Apakah ini pertanda bearish market akan berlanjut, atau justru jadi peluang bagi investor cermat?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami tekanan signifikan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (23/6). Sejak pembukaan, IHSG langsung turun dan akhirnya ditutup melemah 117,42 poin atau 1,70% ke level 6.789,71.

IHSG Terjun, Tekanan Jual Masih Menghantui

IHSG hari ini sempat menyentuh titik terendah di level 6.751,86, jauh dari titik tertingginya di 6.834,76. Tekanan jual yang tinggi membuat pasar bergerak dalam tren negatif hampir sepanjang sesi pertama.

Seperti dikutip dari Warta Ekonomi, sebanyak 538 saham melemah, hanya 124 saham yang menguat, sementara 133 saham stagnan. Data ini menunjukkan sentimen negatif mendominasi pasar sejak awal perdagangan.

Nilai Transaksi dan Saham Paling Tertekan

Menurut laporan Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi yang tercatat hingga siang hari mencapai Rp7,53 triliun, dari total 13,19 miliar lembar saham yang berpindah tangan sebanyak 807.285 kali. Tingginya frekuensi menunjukkan aktivitas jual cukup intens.

Saham-saham yang tercatat mengalami penurunan signifikan atau masuk daftar top losers antara lain:

Saham Top Gainers: Masih Ada Harapan

Meski mayoritas saham melemah, beberapa emiten justru mencatatkan lonjakan harga dan masuk daftar top gainers, seperti:

  • PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO): naik 29,25% ke Rp137

  • PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS): menguat 25% ke Rp155

  • PT Master Print Tbk (PTMR): melonjak 22,50% ke Rp294

Kinerja luar biasa dari saham-saham ini menunjukkan bahwa peluang tetap terbuka bagi investor yang jeli membaca pergerakan pasar.

Kesimpulan: IHSG Butuh Katalis Positif

IHSG hari ini kembali mengalami tekanan, menandakan pasar masih sensitif terhadap sentimen negatif, baik dari dalam maupun luar negeri. Tanpa adanya katalis positif yang kuat, pergerakan indeks diprediksi masih akan fluktuatif.

Investor disarankan untuk mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan menjaga portofolio agar tetap seimbang di tengah volatilitas pasar. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Ekonomi

Laba 2025 Lampaui Estimasi Konsensus, Target Harga Saham BBTN Direvisi Naik Jadi Rp1.800

finnews.id – Target harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) direvisi...

Bursa CALON BOS OJK Resmi Dibuka, Ini Link Pendaftarannya
Ekonomi

DIKOMANDOI PURBAYA! Bursa CALON BOS OJK Resmi Dibuka, Ini Link Pendaftarannya

Finnews.id – Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota...

Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Keyakinan Konsumen dan Industri Kompak Menguat

finnews.id – Memasuki bulan kedua tahun 2026, Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya...

btn
Ekonomi

Genap Berusia 76 Tahun, BTN Bertansformasi Menjadi Bank yang Lebih Modern

finnews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah melayani masyarakat...