Home News KPK Awasi BPI Danantara Tanpa Bayaran, Setyo Budiyanto Tegaskan Komitmen Profesionalisme
News

KPK Awasi BPI Danantara Tanpa Bayaran, Setyo Budiyanto Tegaskan Komitmen Profesionalisme

Bagikan
Ketua KPK, Setyo Budiyanto tegaskan pengawasan BPI Danantara dilakukan secara lembaga dan tanpa imbalan, demi menjaga independensi
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto mengaku masih menunggu tugas-tugasnya di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara ( BPI Danantara). (Ayu Novita)
Bagikan

finnews.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, akhirnya buka suara terkait keterlibatan lembaganya dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Meski namanya disebut sebagai bagian dari komite pengawasan dan akuntabilitas, Setyo menegaskan bahwa peran tersebut tidak dijalankan secara pribadi, melainkan mewakili institusi.

“Ini penugasan kelembagaan, bukan perseorangan,” kata Setyo usai menghadiri acara Halal Bihalal di Gedung Juang KPK, Senin (14/3). Ia menambahkan bahwa segala keputusan atau langkah yang diambil terkait Danantara harus terlebih dahulu melalui pembahasan bersama pimpinan KPK lainnya.

Hingga kini, dirinya mengaku masih menunggu arahan dan tindak lanjut lebih lanjut dari pihak Danantara. Sejauh ini, informasi yang diterima baru sebatas pengumuman dari CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani.

“Untuk tahapan-tahapan atau kegiatan yang akan dilakukan oleh organ Danantara, kami sementara masih menunggu,” jelasnya.

Yang menarik, Setyo memastikan bahwa dalam menjalankan fungsi pengawasan di Danantara, pihaknya tidak akan menerima honor atau kompensasi apa pun. Komitmen ini, menurutnya, sesuai dengan aturan internal yang berlaku di KPK.

“Kami tidak akan menerima pembayaran dalam bentuk apa pun. Prinsipnya tetap profesional, menjaga integritas,” tegasnya.

Sikap tegas ini juga ditegaskan oleh Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika. Ia memastikan tidak ada potensi benturan kepentingan dalam keikutsertaan KPK di dalam komite pengawasan dan akuntabilitas BPI Danantara. Menurutnya, penunjukan tersebut ditujukan pada institusi KPK, bukan kepada individu Ketua KPK.

“Setiap evaluasi dan masukan yang diberikan dalam forum Danantara adalah keputusan organisasi, bukan pribadi,” ujar Tessa pada 8 April lalu.

Keterlibatan KPK dalam BPI Danantara menjadi langkah baru dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan investasi nasional. Namun, KPK tetap menjaga jarak yang jelas agar fungsi utamanya sebagai lembaga penegak hukum antikorupsi tidak terganggu. (Ayu Novita)

Bagikan
Artikel Terkait
Harga BBM naik tajam Mei 2026. Solar Vivo tembus Rp30.890 per liter, sementara Pertamina juga lakukan penyesuaian harga.
News

Harga BBM Meledak! Solar Vivo Tembus Rp30 Ribu per Liter, Ini Daftar Lengkap Terbarunya

finnews.id – Kenaikan harga bahan bakar kembali bikin publik terkejut. Kali ini,...

News

Tragedi Argo Bromo Anggrek Terjadi Lagi, 4 Tewas di Grobogan

finnews.id – Kecelakaan tragis kembali melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek. Usai di...

News

BOM! Iuran BPJS Kesehatan Segera Naik

finnews.id – Kabar panas datang dari pemerintah: iuran BPJS Kesehatan berpotensi naik...

May Day 2026 di Monas dipadati 100 ribu buruh. Prabowo hadir naik Maung, suasana meriah dan penuh aspirasi pekerja.
News

May Day 2026, Dari Cikarang ke Jakarta: Monas Jadi Pusat Ledakan Aspirasi 2026

finnews.id – Gelombang manusia bergerak dari Cikarang menuju jantung ibu kota. Sebanyak 18.860...