finnews.id – Liga Championship kembali menyajikan drama menarik ketika Oxford United harus menyerah 1-3 dari Queens Park Rangers (QPR) di kandang sendiri, Kassam Stadium. Kekalahan ini semakin memperburuk catatan inkonsistensi The U’s, sekaligus membuat mereka semakin terjerat dalam ancaman degradasi.
Babak Pertama: Malapetaka Dimulai
QPR langsung menunjukkan ancaman sejak menit awal. Pada menit ke-7, R. Edwards berhasil membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan matang dari N. Madsen. Oxford United terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan tamunya, dan bencana semakin lengkap ketika Ole Romeny—pemain Timnas Indonesia yang masuk dalam starting XI—justru mencetak gol bunuh diri di menit ke-42. Skor 0-2 di babak pertama semakin memperlihatkan ketidakstabilan permainan Oxford.
Babak Kedua: Usaha Bangkit yang Berakhir Sia-sia
Memasuki babak kedua, Oxford United mencoba bangkit. S. Mills berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-62 melalui umpan S. Dembele. Sayangnya, harapan untuk menyamakan kedudukan pupus setelah Yang Min-Hyuk mencetak gol ketiga QPR di menit injury time (90+1′). Skor akhir 1-3 semakin menegaskan keunggulan QPR sekaligus memperpanjang deretan hasil buruk Oxford.
Dampak Kekalahan di Klasemen Championship
Kekalahan ini membuat Oxford United tetap terperangkap di peringkat ke-18 dengan 45 poin—hanya selisih satu poin dari Hull City dan Stoke City yang berada di zona merah. Sementara itu, QPR berhasil naik ke posisi lebih aman di papan tengah klasemen.
Klasemen Terkini (Pekan ke-41):
- Leeds United & Burnley masih memimpin dengan 85 poin.
- Oxford United (18th) – 45 poin, selisih gol -18.
- QPR (15th) – 49 poin, selisih gol -6.
Line Up dan Analisis Taktik
Oxford United memainkan formasi 4-2-3-1 dengan Cumming di bawah mistar, sementara QPR mengandalkan serangan cepat lewat sayap. Sayangnya, kesalahan individu dan kurang solidnya lini belakang Oxford menjadi penyebab utama kekalahan.
Garis Keras untuk Oxford United
Gary Rowett, pelatih Oxford United, harus segera mencari solusi untuk mengembalikan performa tim. Dengan sisa pertandingan yang sedikit, setiap poin menjadi krusial untuk menghindari degradasi.
Kesimpulan
Liga Championship musim ini semakin sengit, dan Oxford United harus segera bangkit jika ingin bertahan. Kekalahan dari QPR menjadi alarm keras bahwa konsistensi adalah kunci utama di kompetisi ini.