Home Ekonomi Tarif Tertinggi Trump Guncang Asia Tenggara: Indonesia Siap Negosiasi, Vietnam dan Thailand Serukan Perundingan
Ekonomi

Tarif Tertinggi Trump Guncang Asia Tenggara: Indonesia Siap Negosiasi, Vietnam dan Thailand Serukan Perundingan

Bagikan
Kebijakan tarif tinggi Presiden Trump mengguncang perekonomian Asia Tenggara. Negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Indonesia mulai siapkan langkah diplomatik untuk merespons tekanan dagang ini
Presiden AS Donald Trump
Bagikan

Pemerintah Indonesia telah membentuk tim lintas kementerian yang bekerja sama dengan pelaku usaha dan perwakilan diplomatik di AS untuk mempersiapkan langkah negosiasi. Delegasi tingkat tinggi bahkan direncanakan akan dikirim ke Washington DC dalam waktu dekat guna membuka jalur komunikasi langsung dengan Pemerintah AS.

ASEAN Belum Siapkan Tarif Balasan

Meski tekanan terasa kuat, hingga saat ini belum ada satu pun negara Asia Tenggara yang mengisyaratkan akan menerapkan tarif balasan terhadap AS. Malaysia, misalnya, memilih pendekatan diplomatis dengan tetap berkomitmen pada prinsip perdagangan bebas dan adil. Negara ini menyatakan akan terus berdialog aktif dengan otoritas AS untuk mencari solusi terbaik.

Sementara itu, Kamboja menjadi negara dengan tarif tertinggi, yakni 49%, yang langsung mengancam industri garmen dan alas kakinya. Tanpa daya tawar besar, Kamboja tampaknya harus berhadapan dengan realitas ekonomi yang berat, dan berada di posisi paling lemah dalam rantai negosiasi.

Kawasan Hadapi Tantangan Baru

Tarif tertinggi Trump kali ini menjadi ujian besar bagi stabilitas ekonomi di Asia Tenggara. Negara-negara yang selama ini menikmati lonjakan investasi karena strategi China+1, kini dihadapkan pada ancaman baru yang bisa membalikkan arus keuntungan itu.

Dengan tekanan yang begitu besar, upaya diplomasi dan negosiasi menjadi satu-satunya jalan untuk meredam dampak dari kebijakan ini. Indonesia, Vietnam, Thailand, dan negara lainnya di kawasan kini dituntut bergerak cepat—bukan hanya untuk melindungi sektor ekspor, tapi juga menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional.

Tarif tertinggi Trump bukan sekadar isu perdagangan, tapi bisa menjadi titik balik arah investasi global. Dan Asia Tenggara sedang berada di pusaran badai tersebut. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
BI Optimis Kredit Tumbuh Double Digit
Ekonomi

BI Optimis Kredit Tumbuh Double Digit! Perry Warjiyo: Pertumbuhan 8%-12% Tahun Depan

Termasuk penempatan dana Pemerintah pada beberapa bank besar, serta kebijakan pelonggaran likuiditas...

FONDASI EMAS! Jasa Marga Buktikan Tata Kelola 'Certified Governance' Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Tangguh
Ekonomi

FONDASI EMAS! Jasa Marga Buktikan Tata Kelola ‘Certified Governance’ Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Tangguh

Para petinggi ini mengapresiasi inisiatif penghargaan ini karena dinilai efektif mendorong adopsi...

Ekonomi

INVESTOR NGELUH? Purbaya Siapkan Pusat Aduan Bisnis, Libatkan Satgas dan POKJA untuk Bereskan Masalah

Finnews.id – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berencana meluncurkan pusat pengaduan bisnis...

Jelang Nataru Kuota LPG 3 Kg Ditambah 350 Ribu Ton
Ekonomi

JELANG NATARU! Kuota LPG 3 Kg Ditambah 350 Ribu Ton

Meskipun kuota ditambah hingga 350.000 ton, realisasi anggaran diproyeksikan masih jauh di...