finnews.id – Punya taman di belakang rumah bisa jadi sumber ketenangan dan tempat terbaik buat relaksasi setelah hari yang panjang.
Tapi kalau kamu berpikir butuh biaya mahal dan harus panggil tukang, tenang dulu.
Sebenarnya cara membuat taman belakang rumah sendiri itu bisa dilakukan dengan langkah sederhana dan budget yang ramah di kantong.
Kuncinya adalah perencanaan yang matang, pemilihan elemen yang tepat, dan sedikit usaha kreatif dari kamu sendiri.
Rancang Tata Letak yang Fungsional dan Estetik
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan layout taman. Coba lihat kondisi lahan yang tersedia di belakang rumah. Apakah cukup luas untuk taman dengan jalur setapak? Atau hanya cukup untuk area hijau kecil dan beberapa pot tanaman gantung?
Buat sketsa kasar di atas kertas, tentukan zona tanaman, tempat duduk, dan mungkin area bermain anak jika dibutuhkan. Dengan perencanaan ini, kamu bisa menghindari pemborosan ruang dan tetap mengutamakan estetika.
Pilih Tanaman Sesuai Iklim dan Waktu Perawatan
Menanam bunga tropis yang cantik memang menggoda. Tapi akan lebih baik kalau kamu memilih jenis tanaman yang tahan cuaca dan tidak butuh banyak perawatan. Misalnya, lidah mertua, sirih gading, atau tanaman hias gantung seperti petunia. Selain cantik, mereka juga cocok untuk pekarangan rumah di Indonesia.
Untuk kamu yang sibuk, tanaman ini hanya perlu disiram 2–3 kali seminggu dan tetap tumbuh subur. Kalau ingin taman belakang rumah tampil lebih segar, tambahkan juga rumput jepang atau rumput gajah mini sebagai alas hijau yang lembut.
Tambahkan Elemen Dekoratif agar Taman Lebih Hidup
Jangan lupa menyisipkan elemen tambahan seperti batu alam, lampu taman tenaga surya, atau air mancur mini. Hal-hal ini memberi kesan natural sekaligus estetik pada taman belakang rumahmu. Bahkan, penggunaan pot daur ulang dari ember bekas atau kaleng cat bisa jadi alternatif dekorasi yang ramah lingkungan dan murah meriah.
Cara Membuat Taman Belakang Rumah dengan Perabotan DIY
Kalau kamu ingin taman terasa lebih fungsional, coba buat bangku kayu sederhana dari palet bekas. Meja kecil dari drum cat atau peti kayu bekas juga bisa kamu ubah jadi furniture taman yang unik. Perabotan DIY seperti ini memberi sentuhan personal dan pastinya lebih hemat dibanding beli baru.
Kamu juga bisa buat rak tanaman vertikal dari papan sisa atau pipa paralon. Ini solusi pas buat taman mungil, apalagi kalau ingin memaksimalkan ruang secara vertikal.
Manfaatkan Barang Bekas Sebagai Media Taman
Botol bekas, ban mobil, bahkan kaleng susu bisa disulap jadi pot tanaman yang lucu. Selain mengurangi sampah, cara ini bisa membuat tamanmu tampil beda. Cukup cat dengan warna cerah, susun di dinding pagar atau gantung di bawah atap teras belakang.
Ini bukan cuma soal gaya, tapi juga wujud kontribusi kecil kamu terhadap lingkungan. Taman tidak hanya cantik, tapi juga lebih bermakna.
Cara Membuat Taman Belakang Rumah Jadi Tempat Favorit Keluarga
Agar taman makin nyaman, tambahkan beberapa elemen yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Misalnya hammock untuk bersantai, kolam kecil untuk ikan, atau tempat duduk lesehan dengan bantal empuk. Jika kamu punya anak, sediakan ruang kecil untuk menanam bersama—ini bisa jadi aktivitas edukatif yang menyenangkan.
Perawatan Rutin agar Taman Tetap Indah
Setelah semuanya selesai, jangan lupa merawat taman secara rutin. Siram tanaman di pagi atau sore hari, potong rumput jika sudah terlalu tinggi, dan bersihkan area dari daun kering. Cukup luangkan waktu 15–30 menit seminggu, maka taman belakang rumahmu akan tetap rapi dan menyenangkan setiap hari.
Kesimpulan
Bikin taman belakang rumah itu nggak harus ribet dan mahal. Dengan sedikit kreativitas dan semangat DIY, kamu bisa menciptakan ruang hijau yang menenangkan dan fungsional. Jadi, jangan ragu buat mulai cara membuat taman belakang rumah sendiri dari sekarang. Yuk, ubah halaman kosong jadi taman impianmu.