Home News Korlantas Polri Tetap Terapkan Ganjil Genap Saat Arus Balik Lebaran 2025
News

Korlantas Polri Tetap Terapkan Ganjil Genap Saat Arus Balik Lebaran 2025

Bagikan
Situasi arus mudik tol Cipali
Situasi arus mudik tol Cipali (Tuahta Aldo / finnews.id)
Bagikan

finnews.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Korlantas akan tetap menerapkan sistem ganjil genap di sejumlah ruas tol saat arus balik Lebaran 2025. 

Hal ini dipastikan sebagai upaya untuk mengatur distribusi kendaraan yang semakin meningkat, terutama pada puncak arus balik yang diprediksi akan terjadi antara 5 hingga 7 April 2025.

Komisaris Besar Aries Syabudin, Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri menyatakan, adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan arus kendaraan dapat terkelola lebih baik.

“Tujuannya ganjil genap itu kan sebetulnya untuk memastikan bahwa masyarakat bisa membagi tingkat kepadatan di ruas-ruas yang memang akan terjadi kepadatan,” kata Aries Syabudin kepada wartawan saat dikutip, Kamis 3 Maret 2025.

Meningkatnya volume kendaraan yang menuju ke destinasi wisata, Polri juga mengimplementasikan rekayasa lalu lintas yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. 

“Kami masih memantau utamanya di jalur-jalur wisata seperti jalur Puncak, kemudian jalur-jalur wisata lain seperti Malang, kemudian di kawasan Dieng dan Lembang. Ini menjadi atensi kami,” jelasnya.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik yang melintasi jalur-jalur utama.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya juga menyampaikan prediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi pada 5 April 2025. 

“Puncak arus balik kemungkinan antara 5 dan 7 April 2025,” ujar Kapolri pada Kamis, 20 Maret 2025 lalu.

Untuk mengamankan proses mudik dan arus balik Lebaran, Polri mengerahkan lebih dari 164.000 personel gabungan yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk TNI, Basarnas, BMKG, Kementerian Perhubungan, hingga Pramuka.

Selama Operasi Ketupat 2025, Polri juga menyiagakan total 2.335 posko yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu. 

Posko-posko ini akan berfungsi untuk memberikan layanan kepada pemudik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di seluruh jalur mudik.

Bagikan
Artikel Terkait
BPOM Awasi Takjil Ramadan 2026
News

Masyarakat Diimbau Selektif! BPOM Temukan Takjil Berbahaya Mengandung Pewarna Tekstil

Finnews.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mulai memperketat pengawasan...

News

Aksi Unjuk Rasa di Mapolda DIY Rusuh, GeBUKK:’Tertib, Jangan ANARKIS!’

finnews.id – Sebuah aksi unjuk rasa yang diikuti oleh ratusan peserta di...

Menkop Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai wadah bisnis, tetapi juga memiliki peran sosial yang kuat.
News

Menkop: Kolaborasi Lintas Kementerian dan Lembaga Kunci Sukses Percepatan Integrasi Program PKH dalam Ekosistem Kopdes Merah Putih

finnews.id – Kementerian Koperasi (Kemenkop) serta Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait lainnya...

News

Sidang Etik 14 Jam, Bripda MS Resmi Dipecat Terkait Kasus Siswa Tewas di Tual

finnews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan...