finnews.id – Gunung Gede Pangrango saat ini mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Statusnya kini berada dalam kondisi waspada, menyusul adanya peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang terdeteksi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan hasil pemantauan terkini, pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati atau bermalam dalam radius 600 meter dari kawasan Wadon. Langkah ini di ambil sebagai tindakan pencegahan guna memastikan keselamatan para pendaki serta warga sekitar.
Meskipun aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango masih berada pada level 1, peningkatan gempa yang terjadi telah menyebabkan pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mengeluarkan kebijakan penutupan jalur pendakian. Penutupan ini berlaku hingga situasi di nyatakan aman kembali.
Keputusan ini di sampaikan melalui surat edaran resmi dari Kepala Balai Besar TNGGP. Dalam surat tersebut, pihak terkait menegaskan bahwa keselamatan pengunjung dan pendaki menjadi prioritas utama, sehingga pendakian ke Gunung Gede Pangrango untuk sementara di hentikan hingga ada perkembangan lebih lanjut.
Para pendaki yang telah merencanakan perjalanan ke Gunung Gede Pangrango di sarankan untuk menunda rencana mereka dan terus memantau informasi resmi dari pihak Balai Besar TNGGP. Dengan adanya kebijakan ini, di harapkan potensi risiko akibat peningkatan aktivitas vulkanik dapat di minimalisir.
Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Gede Pangrango juga di minta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Peningkatan aktivitas vulkanik ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan sangat di perlukan dalam menghadapi fenomena alam yang tidak dapat di prediksi secara pasti.
Pihak Balai Besar TNGGP akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Gede Pangrango dan akan memberikan informasi lebih lanjut terkait kapan jalur pendakian bisa kembali di buka. **