finnews.id – Polri telah mengumumkan kasus kecelakaan lalu lintas (lalin) dan jumlah korban meninggal dunia selama Mudik Lebaran 2025 menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu dengan periode yang sama. Kasus kecelakaan lalin turun 31,37 persen dan korban meninggal dunia 32 persen.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, penurunan kasus kecelakaan dan korban meningga dunia ini tidak lepas dari kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, lintas-kementerian, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan mudk yang nyaman dan aman.
“Alhamdulillah, kami mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan dan korban meninggal dunia selama periode arus mudik tahun ini. Ini hasil kerja keras bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait,” kata Dudy kepada wartawan, Rabu 2 April 2025.
Dudy menyatakan, kesadaran masyarakat yang tinggi dalam penggunaan sabuk pengaman dan helm, mematuhi aturan lalu lintas, memilih hari mudik yang fleksibel, mengecek kendaraan, hingga memanfaatkan transportasi umum turut berperan besar dalam tercapainya hasil ini. Dia mengajak masyarakat untuk terus menjaga keselamatan dalam berlalu lintas, tidak hanya selama periode arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga di setiap perjalanan sehari-hari.
“Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita terus jaga keselamatan kita dan orang lain di jalan raya dengan selalu mematuhi aturan dan menjaga kewaspadaan. Mari kita saling respek,” kata Dudy.
Dudy berharap, hasil positif yang dicapai pada arus mudik Lebaran 2025 ini bisa menjadi motivasi untuk terus memperbaiki sistem transportasi dan keselamatan lalu lintas di masa yang akan datang. Terlebih adanya berbagai kebijakan seperti bekerja dari mana saja (WFA), mudik gratis, penurunan tarif tiket pesawat, diskon tarif tol, hingga rekayasa lalu lintas berdampak positif atas kelancaran mudik Lebaran 2025 ini.
(Ayu Novita)