finnews.id – PT Jasa Marga mencatat 1.178.000 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada H-10 hingga H-3 H-3 Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Jutaan kendaraan itu meninggalkan Jabotabek sejak 21 Jumat hingga 28 Maret 2025.
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan dari volume kendaraan yang melimtas keluar Jabotabek lewat empat gebang utama.
“Apabila kita rincikan di Gerbang Tol Cikampek Utama itu paling tinggi, itu ada 385.000 kendaraan atau sudah naik lebih dari 100 persen dibandingkan lalin normal. Lalu diikuti oleh ke arah Kalihurip Utama itu ada itu 224.000 kendaraan, dan juga Gerbang Tol Ciawi ada 238.000 kendaraan, dan juga Gerbang Tol Cikupa ada 331.000 kendaraan,” terang Lisye di Bekasi, Sabtu 29 Maret 2025.
Lisye menjelaskan, lonjakan kendaraan yang melintasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai terjadi pada H-4 Lebaran, tepatnya pada Kamis 27 Maret 2025. Tercatat, lonjakan kendaraan ini menembus angka 200 persen dibanding hari-hari biasa.
“Per kemarin saja itu sudah terlihat mengalami peningkatan, dibandingkan memang sebelumnya itu ada di gerbang tol ke arah Tol Cikampek Utama itu sendiri ada 102.000 kendaraan, memang sudah meningkat jika dibandingkan lalin normal itu 280 persen,” tuturnya.
Mengantisipasi banyaknya kendaraan yang kembali melintas, Lisye menambahkan, Jasa Marga bersama aparat penegak hukum juga telah menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas, antara lain dengan memberlakukan jalur lokal satu arah dan sistem contraflow.
“Apabila nantinya ada peningkatan kepadatan itu mobilnya akan disiapkan one way lokal atau kontraflow dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.
(Dimas Rafi)