Home News Dugaan Intimidasi Warga Berujung Bunuh Diri, Kapolsek Kayangan Lombok Utara Dicopot dari Jabatan
News

Dugaan Intimidasi Warga Berujung Bunuh Diri, Kapolsek Kayangan Lombok Utara Dicopot dari Jabatan

Bagikan
Polda NTB
Bagikan

finnews.id – Kapolsek Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dwi Maulana Kurnia Amin dicopot dari jabatannya setelah adanya kasus dugaan intimidasi warga Desa Sesait, Kecamatan Kayangan bernama Rizkil Watoni hingga berujung bunuh diri.

Rizkil Watoni mulanya dilaporkan dalam kasus dugaan pencurian telepon genggam milik kasir toko swalayan Alfamart.

Namun dia diduga diintimidasi Iptu Dwi bersama anggotanya hingga akhirnya memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Kepala Polres Lombok Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Purwanta mengatakan, pencopotan Iptu Dwi untuk mempermudah pemeriksaan yang dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri maupun Bidang Propam Polda NTB.

“Ini untuk mempermudah pemeriksaan dari Divisi Propam Mabes Polri dan Bidang Propam Polda NTB,” kata Agus dilansir dari Antara, Sabtu 22 Maret 2025.

Agus mengatakan, Pencopotan Iptu Dwi dari jabatan Kapolsek Kayangan, berdasarkan Surat Telegram Kapolda NTB tertanggal 21 Maret 2025. Dalam surat telegram tersebut, Iptu Dwi digantikan Iptu Zainudin.

Kapolres Agus mengatakan, tindakan ini merupakan bentuk komitmen Polri menyelesaikan permasalahan dugaan oknum nakal yang mencoreng nama baik institusi.

“Kami tetap mendalami segala bentuk pelanggaran anggota dan kami lakukan berdasarkan segala informasi yang beredar di masyarakat,” ujarnya.

Kronologi Kasus

Rizkil Watoni merupakan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupatrn Lombok Utara. Dia dipolisikan oleh pegawai Alfamart berinisial RF pada 7 Maret 2025 yang mengaku sebagai korban.

Padahal Rizkil Watoni kurang dari 24 jam kejadian telah mengembalikan telepon genggam kepada RF.

Pengembalian itu atas dasar Rizkil Watoni tidak ada niat mengambil handphone milik pelapor dan menyadari bahwa handphone kasir Alfamart tersebut mirip dengan miliknya.

Atas adanya pengembalian tersebut, antara pelapor dengan terlapor telah menemukan titik perdamaian. Terlapor kemudian mencabut laporannya di Polsek Kayangan.

Bagikan
Artikel Terkait
Menkes Usul Orang Kaya DILARANG Pakai BPJS
News

Menkes Nilai BPJS Perlu Tambahan Dana, Skema Subsidi Silang Jadi Opsi

finnews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa keberlangsungan program Jaminan...

News

Pilot dan Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Korowai Papua

finnews.id – Aksi kekerasan kembali mengguncang bumi Papua. Pilot dan kopilot pesawat...

News

SIAP PERANG! AS Pasang Rudal Patriot di Qatar, Ketegangan dengan Iran Meningkat

finnews.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Di tengah...

News

Grab dan OVO Kolaborasi Inovasi Baru Program MBG

finnews.id – Grab dan OVO Hadirkan Program MBG Sektor Swasta Berbasis Teknologi...