finnews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan, langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan serapan gabah dan beras dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan.
Menurut Zulhas, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perum Bulog menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi gabah, jagung, dan beras sepanjang awal tahun.
“Produksi gabah, jagung, maupun beras pada Januari diproyeksikan meningkat hingga 50%. Tren ini berlanjut pada Februari dan Maret dengan kenaikan serupa. Meski pada April ada sedikit penurunan, kenaikannya tetap stabil di angka 15 persen,” kata Zulhas saat jumpa pers di Jakarta Pusat, Rabu 22 Januari 2025.
Pemerintah, kata Zulhas menetapkan target bagi Perum Bulog untuk menyerap 3 juta ton beras dalam waktu singkat, yakni dari Januari hingga April 2025. Harga pembelian gabah oleh Bulog dipatok sebesar Rp6.500 per kilogram, sedangkan beras dari pabrik mitra akan dibeli seharga Rp12.000 per kilogram.
“Bulog harus segera membeli gabah dari petani dengan harga Rp6.500 dan beras dari pabrik mitra seharga Rp12.000,” kata Zulhas
“Untuk mencapai target serapan 3 juta ton, Bulog mengusulkan kenaikan harga pembelian hingga Rp12.250 per kilogram. Namun, keputusan ini masih menunggu pembahasan lebih lanjut di rapat terbatas (ratas),” tambahnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga di tingkat petani sekaligus menjaga pasokan beras dalam negeri.
Lebih lanjut, pemerintah optimistis dengan peningkatan produksi gabah dan beras yang signifikan pada kuartal pertama 2025.
Namun, Zulhas mengingatkan pentingnya pengelolaan harga agar petani tetap sejahtera dan konsumen tidak terbebani.
“Kami memprioritaskan stabilitas harga gabah di tingkat petani. Dengan pembelian oleh Bulog, diharapkan harga tetap stabil dan petani mendapat keuntungan yang layak,” katanya.
(Sab)