finnews.id – Kerusakan terjadi pada jembatan rel kereta api, yang menghubungkan wilayah Prupuk Tegal dengan Linggapura Brebes.
Gangguan ini dipicu oleh derasnya aliran sungai yang mengikis bagian penting struktur jembatan, sehingga berdampak pada operasional perjalanan kereta api di jalur tersebut.
Akibat kondisi tersebut, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto mengambil langkah pengamanan dengan membatasi penggunaan jalur.
“Untuk sementara jalur hulu tidak dapat dilalui. Sementara jalur hilir masih aman dan digunakan secara bergantian untuk operasional kereta,” ungkap Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin.
Salah satu dari dua jalur kereta yang tersedia tidak dapat difungsikan, sehingga perjalanan kereta harus dilakukan secara bergantian.
Selain itu, diberlakukan prosedur khusus berupa “Semboyan 3”, yaitu tanda peringatan bagi masinis bahwa lintasan di depan belum aman untuk dilalui.
Dalam situasi ini, setiap kereta diwajibkan berhenti terlebih dahulu sebelum melintas, menunggu instruksi petugas di lapangan.
“Sementara diberlakukan buka tutup. Sistem ini tentu menimbulkan antrean dan keterlambatan,” jelasnya.
Kerusakan yang ditemukan tidak hanya bersifat ringan, beberapa komponen penting jembatan mengalami gangguan, seperti bagian drempel, pilar penyangga, hingga talud yang berfungsi menahan struktur dari tekanan air.
Kondisi ini menuntut penanganan serius, guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk potensi keterlambatan perjalanan. Namun demikian, keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” ucapnya.
Pihak KAI terus melakukan pemantauan dan upaya perbaikan agar jalur dapat kembali beroperasi normal.
“Pekerjaan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi debit air. Kami juga menyiagakan petugas untuk pemantauan intensif,” tuturnya.
Sementara itu, penyesuaian perjalanan kereta dilakukan untuk meminimalkan risiko serta menjaga keamanan penumpang selama melintasi area terdampak.