finnews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja menyampaikan pengumuman mengejutkan terkait eskalasi militer di Timur Tengah. Pada hari Kamis, Trump mengonfirmasi bahwa pasukan militer telah menghancurkan jembatan tertinggi di Iran. Aksi ini terjadi hanya beberapa jam setelah ia melontarkan ancaman keras untuk membombardir negara tersebut hingga kembali ke “Zaman Batu.”
Melalui unggahan di media sosial, Trump membagikan rekaman video yang memperlihatkan kepulan asap tebal dari Jembatan B1 di Karaj, yang berlokasi sekitar 35 kilometer di sebelah barat daya Teheran. Ia memperingatkan bahwa kehancuran ini hanyalah awal jika Iran menolak datang ke meja perundingan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima minggu.
“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah digunakan lagi – Masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA BAGI IRAN UNTUK MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA YANG HEBAT!” tulis Trump dengan tegas.
Detail Serangan dan Jatuhnya Korban Jiwa
Televisi pemerintah Iran sebelumnya telah melaporkan adanya dua serangan udara beruntun dari pihak AS-Israel yang menyasar infrastruktur strategis tersebut. Serangan pertama dilaporkan menjatuhkan dua korban dari kalangan sipil. Ironisnya, serangan susulan terjadi tepat saat tim darurat sedang berupaya membantu para korban di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan terbaru dari kantor berita Fars, jumlah korban kini melonjak drastis. Setidaknya delapan orang dinyatakan tewas dan 95 lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman rudal tersebut.
Merespons tindakan ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan tunduk pada tekanan militer. Melalui akun X miliknya, ia menyatakan:
“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa warga Iran untuk menyerah. Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau. Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih: kerusakan pada reputasi Amerika.”
Alasan Strategis di Balik Penghancuran Jembatan B1
Meskipun Iran mengklaim objek tersebut adalah bangunan sipil, pejabat Amerika Serikat memberikan pembelaan yang berbeda. Berbicara kepada Axios, pejabat tersebut mengungkapkan bahwa Jembatan B1 menjadi target utama karena militer Iran menggunakannya sebagai jalur rahasia. Jalur ini berfungsi untuk mengangkut rudal dan berbagai komponen tempur dari Teheran menuju lokasi peluncuran di wilayah Iran barat, sekaligus menjadi urat nadi logistik militer di ibu kota.
Jembatan B1 sendiri merupakan proyek infrastruktur yang luar biasa. Meski masih dalam tahap pembangunan, media Iran menyebutnya sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan struktur kolom mencapai ketinggian 136 meter (447 kaki).
Ancaman Eskalasi dalam Dua Pekan ke Depan
Situasi ini sejalan dengan pidato Trump pada hari Rabu sebelumnya. Ia berpendapat bahwa perang yang dimulai sejak 28 Februari oleh Amerika Serikat dan Israel ini seharusnya segera berakhir. Namun, ia tetap memberikan ultimatum keras kepada Teheran agar tunduk pada tuntutan Washington.
“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” pungkas Trump dalam pidato nasional pertamanya mengenai konflik tersebut. Pernyataan ini menandakan bahwa hari-hari mendatang akan menjadi masa yang sangat kritis bagi stabilitas keamanan di wilayah tersebut.