Home Lifestyle Makna Hari Raya Nyepi dan Keheningan Alam, Me Time kok Massal?
Lifestyle

Makna Hari Raya Nyepi dan Keheningan Alam, Me Time kok Massal?

Hari Raya Nyepi

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Hari Raya Nyepi bukan lagi waktu untuk Hari-hari yang riuh di jalan raya yang padat dan macet, di wacana politik yang penuh isu-isu manipulatif, dan di dunia digital yang bising dengan selfie dan hoax.
Pada Hari Nyepi akan diganti oleh senyap sehari, setidaknya di Bali, khususnya di kalangan umat Hindu di mana pun berada.

Hari Suci Nyepi yang tahun ini jatuh di Kamis, 19 Maret 2026, adalah peringatan siklus pergantian Tahun Baru Saka 1948, yang dirayakan Umat Hindu tidak dengan pesta pora, seperti lazimnya penyambutan Tahun Baru lain, tetapi dengan keheningan total.

Yang menjadi sumber keheningan total pada Hari Nyepi adalah pelaksanaan catur berata penyepian (empat pantangan), yaitu:

  • amati geni (tidak menyalakan api),
  • amati lelungan (tidak bepergian),
  • amati lelanguan (tidak menikmati hiburan), dan
  • amati karya (tidak bekerja).

Larangan bekerja dan larangan bepergian secara otomatis membuat jalanan yang biasanya dililit kemacetan menjadi sepi karena tak ada kendaraan lewat.

Bandar udara ditutup, pesawat terbang pun tidak bisa naik dan turun di Bali.

Tak ada polusi udara, tak ada polusi suara. Di Hari Nyepi, Bali kedap suara.

Idealnya pada Hari Nyepi di era digital ini tidak terdengar denting notifikasi di ponsel, bukan karena internet mati, melainkan karena kemampuan jiwa (mikrokosmos) mengendalikan diri.

Masih hidupnya jaringan internet idealnya dimaknai sebagai ujian kesadaran dari dalam jiwa sendiri apakah mampu mewujudkan Nyepi dengan khusyuk, apakah mampu patuh toleransi untuk menciptakan Nyepi yang hening.

 

Pelarangan untuk bepergian dan bekerja ke luar identik dengan dorongan untuk ”berjalan ke dalam” (diri) melakukan refleksi, melakukan evaluasi diri.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep me time (waktu untuk diri), mengandung berbagai arti, tidak saja memanjakan diri, tetapi juga pilihan untuk menyendiri, melakukan jeda dari keriuhan sosial untuk melakukan mulat sarira (refleksi diri), mengenyahkan virus FOMO (fear of missing out) yang tersebar lewat dunia digital.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

10 Ide Jualan Makanan Paling Laris 2026: Modal Kecil, Untung Besar, dan Cepat Balik Modal

finnews.id – Memulai bisnis kuliner menjadi pilihan strategis bagi banyak orang yang...

Lifestyle

Solusi Nyeri dan Memar, PT Tunggal Idaman Abdi Rilis Thrombovoren Emulgel

finnews.id – Tren gaya hidup aktif kini tengah menjamur di Indonesia. Semakin...

Tanaman Hias Lidah Mertua (rri)
Lifestyle

Jenis Tanaman Hias Multi Fungsi Terbaik untuk Kesehatan dan Dekorasi Rumah

finnews.id – Di tengah gaya hidup modern yang membuat kita lebih sering berada...

The Palace Jeweler gelar Semarak Pengundian Nasional 2026! Borong perhiasan emas & berlian, menangkan motor Yamaha dan hadiah mewah lainnya di 83 gerai.
Lifestyle

Banjir Hadiah! Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 Dimulai, Saatnya Borong Berlian dan Bawa Pulang Motor

finnews.id – Pernahkah Anda membayangkan belanja perhiasan mewah tapi malah pulang membawa...