finnews.id – Mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, harus ditangkap oleh Kepolisian Inggris pada Senin, 23 Februari 2026.
Hal ini dilakukan lantaran penyelidikan pelanggaran yang berawal dari hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein.
Penangkapan ini terjadi beberapa hari setelah persahabatan dengan Epstein membuat mantan Pangeran Andrew ditahan polisi.
Kedua pria tersebut diduga secara tidak pantas memberikan informasi pemerintah Inggris kepada pemodal AS yang tercela itu, dan penangkapan tokoh-tokoh penting Inggris ini merupakan salah satu dampak paling dramatis dari kumpulan lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait Epstein yang dirilis bulan lalu oleh Departemen Kehakiman AS.
“Petugas telah menangkap seorang pria berusia 72 tahun karena dicurigai melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas di pemerintahan”, ungkap Kepolisian Metropolitan London.
Mereka juga mengungkapkan bahwa ia berada di sebuah alamat di London utara dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi.
Identitas pria tersebut tidak disebutkan, sesuai dengan praktik kepolisian Inggris, tetapi tersangka dalam kasus ini sebelumnya diidentifikasi sebagai mantan diplomat berusia 72 tahun.
Mandelson terekam kamera saat digiring dari rumahnya di London menuju mobil oleh petugas berpakaian preman pada Senin sore.
Berdasarkan hukum Inggris, polisi dapat menahan tersangka tanpa dakwaan hingga 24 jam.
Penahanan ini dapat diperpanjang hingga maksimal 96 jam.
Mandelson dapat didakwa, dibebaskan tanpa syarat, atau dibebaskan sementara penyelidikan berlanjut.
Penyelidikan terhadap Mandelson
Polisi sedang menyelidiki Mandelson atas tuduhan bahwa ia memberikan informasi pemerintah yang sensitif kepada Epstein sekitar satu setengah dekade lalu.
Ia tidak menghadapi tuduhan pelanggaran seksual.
Penangkapan itu terjadi empat hari setelah Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Andrew, ditangkap dalam kasus terpisah karena dicurigai melakukan pelanggaran serupa terkait persahabatannya dengan Epstein.