Home Religi Ini Niat Puasa Ramadan yang Benar Menurut Ulama
Religi

Ini Niat Puasa Ramadan yang Benar Menurut Ulama

Bagikan
Ini Niat Puasa Ramadan yang Benar Menurut Ulama
Ini Niat Puasa Ramadan yang Benar Menurut Ulama
Bagikan

Finnews.id – Bulan Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan untuk mengubah jam makan. Bagi setiap Muslim, memahami anatomi ibadah puasa adalah Fardu Ain atau kewajiban personal yang tidak bisa diwakilkan.

Mengapa? Karena tanpa memenuhi rukun dan syaratnya, pengorbanan Anda menahan haus dan lapar bisa berakhir sia-sia tanpa nilai pahala di mata Allah SWT.

Secara garis besar, validitas ibadah Anda ditentukan oleh dua pilar: Syarat (hal yang harus ada sebelum memulai) dan Rukun (inti aktivitas saat berpuasa). Mari kita bedah satu per satu agar ibadah tahun ini lebih berkualitas.

Rukun Puasa yang Menentukan Sahnya Ibadah

Rukun adalah pondasi. Jika salah satu runtuh, maka bangunan ibadah dianggap roboh atau tidak sah.

Menurut para ulama, hanya ada dua rukun utama yang wajib Anda pegang teguh:

  1. Niat yang Kokoh (Tabyit) Niat bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan ketetapan hati untuk menjalankan perintah Allah. Untuk puasa wajib (Ramadan), niat harus dilakukan pada malam hari (sebelum fajar).

Lafal Niat: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhis syahri ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Rasulullah SAW memperingatkan dengan tegas dalam hadis riwayat Abu Daud: “Barang siapa yang tidak memantapkan niat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

  1. Imsak (Menahan Diri Total) Anda wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan, mulai dari makan, minum, hingga hubungan suami istri, terhitung sejak terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187 yang memerintahkan kita menyempurnakan puasa hingga malam tiba.

4 Syarat Sah: Penentu Apakah Puasa Diakui?

Banyak yang semangat berpuasa, namun lupa memperhatikan syarat sah berikut ini:

  • Tetap dalam Islam: Jika seseorang murtad (keluar dari Islam) walau sekejap, maka puasanya otomatis gugur.
  • Akal Sehat (Tamyiz): Orang yang mengalami gangguan jiwa atau hilang akal tidak sah puasanya.
  • Suci dari Darah Haid & Nifas: Khusus wanita, syarat ini sangat mutlak. Jika darah haid keluar sedetik sebelum maghrib, maka puasa hari itu batal dan wajib di-qadha (diganti).
  • Mengetahui Waktu Puasa: Anda harus yakin bahwa hari tersebut memang diperbolehkan berpuasa (bukan pada hari raya Idulfitri atau Iduladha).

Siapa yang Wajib Berpuasa?

Berbeda dengan syarat sah, syarat wajib menentukan apakah seseorang sudah terkena “beban” kewajiban puasa atau belum:

  1. Baligh & Berakal: Anak kecil belum wajib, namun orang tua disarankan melatih mereka sejak usia 7 tahun.
  2. Mampu secara Fisik: Orang tua renta atau pengidap sakit parah yang tidak memungkinkan sembuh diberikan keringanan (fidyah).
  3. Sehat Walafiat: Sakit yang membahayakan nyawa atau memperparah kondisi fisik membolehkan seseorang untuk berbuka.
  4. Bukan Musafir: Perjalanan jauh (minimal 82 km) memberikan keringanan untuk tidak berpuasa, asalkan perjalanan dimulai sebelum waktu subuh.

Bagikan
Artikel Terkait
Ini 10 Surat Pendek Tarawih & Witir yang Dianjurkan, Nomor 7 Paling Menyentuh
Religi

Ini 10 Surat Pendek Tarawih & Witir yang Dianjurkan, Nomor 7 Paling Menyentuh

Finnews.id – Salat Tarawih di bulan Ramadan sering dilakukan di masjid maupun...

Niat Puasa Ramadan 2026
Religi

Persiapan Ramadan 2026: Inilah Bacaan Niat Sahur dan Doa Buka Puasa Lengkap Arab-Latin

Finnews.id – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun...

Religi

Makna Rabu Abu, Awal Puasa Umat Kristen dan Katolik menuju Paskah

finnews.id – Rabu Abu: Makna dan Tradisi di Indonesia Rabu Abu adalah...

Religi

Keputusan Puasa Ramadhan 2026 Dimulai Menurut Kemenag

finnews.id – Kapan Puasa Ramadhan 2026 Dimulai? Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari, Pemerintah...