finnews.id – Pameran Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) 2026 di JCC Ricuh, Pengunjung Bentrok dengan Satpam
Pameran perhiasan terbesar di kawasan Asia Tenggara, Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) 2026, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada hari Selasa (17/2/2026), sempat terjadi kericuhan antara kelompok pengunjung dengan petugas keamanan sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini menyebabkan sebagian area pameran harus sementara ditutup dan mengganggu jalannya acara selama kurang lebih 45 menit.
Kronologi Peristiwa
Kericuhan bermula ketika kelompok pengunjung berjumlah sekitar 15 orang yang mengaku sebagai anggota komunitas pecinta perhiasan ingin memasuki area pameran premium tanpa menunjukkan tiket atau kartu undangan yang sah. Petugas keamanan yang menjaga pintu akses khusus menolak masuknya kelompok tersebut, yang kemudian memicu perdebatan hangat.
Dalam keadaan yang tidak terkendali, salah satu anggota kelompok tersebut mencoba memaksa masuk dan bersentuhan fisik dengan salah satu satpam. Aksi ini memicu bentrok kecil yang melibatkan beberapa orang di sekitarnya, menyebabkan beberapa dekorasi stan kecil terjatuh dan satu kasus cedera ringan pada seorang pengunjung yang tidak terlibat langsung.
Satgas keamanan pameran segera mengantisipasi situasi, sementara pihak penyelenggara mengaktifkan prosedur darurat dengan mematikan musik latar dan mengumumkan pemberitahuan evakuasi sementara untuk area sekitar stan premium. Polisi yang berjaga di area JCC juga segera datang untuk menenangkan suasana dan membawa pihak-pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab dan Tanggapan Pihak
Menurut keterangan Ketua Panitia Penyelenggara JIJF 2026, Rina Wijayanti, area pameran premium memiliki aturan khusus karena menampilkan koleksi perhiasan berharga hingga milyaran rupiah, yang hanya boleh diakses oleh pengunjung dengan tiket khusus atau undangan resmi. “Kami telah memberikan informasi jelas melalui berbagai saluran mengenai pembagian area pameran, namun tampaknya ada pihak yang tidak memahami atau sengaja mengabaikannya,” ujarnya dalam konferensi pers darurat.