finnews.id – Inter Milan dikabarkan telah mengambil langkah penting terkait masa depan pelatih mereka, Cristian Chivu. Laporan dari Football-Italia.net menyebutkan bahwa manajemen Nerazzurri telah memutuskan untuk menawarkan perpanjangan kontrak kepada Chivu, meski masa baktinya saat ini masih berlaku hingga Juni 2027. Keputusan tersebut direncanakan akan difinalisasi pada akhir musim, sebagai bentuk apresiasi atas performa tim yang dinilai konsisten di berbagai kompetisi.
Langkah ini mencerminkan keyakinan klub terhadap arah proyek teknis yang sedang dijalankan. Dalam sepak bola modern, keputusan memperpanjang kontrak pelatih sebelum masa kontrak berakhir kerap dipahami sebagai sinyal stabilitas dan kepercayaan jangka panjang dari manajemen klub.
Stabilitas Performa Jadi Faktor Penentu
Sejak menangani Inter, Cristian Chivu dinilai mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan hasil dan konsistensi permainan. Hingga memasuki fase krusial musim ini, Inter masih bersaing di tiga ajang utama. Di Serie A, Nerazzurri berada di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin atas rival sekota, AC Milan. Keunggulan tersebut menjadi indikator penting dalam penilaian internal klub.
Selain kompetisi liga, Inter juga telah memastikan tiket ke semifinal Coppa Italia. Di level Eropa, mereka berhasil melaju ke babak gugur Liga Champions, menjaga asa untuk bersaing di panggung tertinggi sepak bola antarklub. Rangkaian pencapaian ini memperkuat pandangan bahwa performa Inter bukan sekadar hasil sesaat, melainkan buah dari struktur tim yang relatif stabil.
Dalam laporan media Italia yang dikutip Football-Italia, disebutkan bahwa manajemen klub menilai kontinuitas sebagai kunci utama untuk menjaga daya saing Inter dalam jangka menengah.
Detail Kontrak dan Skema Berbasis Prestasi
Menurut laporan Corriere dello Sport dan Tuttosport, yang menjadi rujukan utama Football-Italia, Inter berencana menawarkan perpanjangan kontrak selama satu tahun kepada Cristian Chivu. Tawaran tersebut juga akan disertai dengan kenaikan gaji, meski nilainya belum ditetapkan secara pasti.
Saat ini, Chivu dilaporkan menerima bayaran sekitar €2,5 juta per musim. Dalam kontrak baru, besaran gaji akan disesuaikan dengan capaian tim di Serie A dan Liga Champions pada paruh kedua musim. Skema berbasis prestasi ini sejalan dengan praktik modern klub-klub elite Eropa yang mengaitkan remunerasi pelatih dengan indikator kinerja objektif.
Pendekatan tersebut memungkinkan klub menjaga keseimbangan antara ambisi olahraga dan keberlanjutan finansial, terutama di tengah ketatnya regulasi keuangan sepak bola Eropa.