finnews.id – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan karakter diplomasi “Macan Asia” yang tidak bisa didikte. Dalam sebuah pertemuan tertutup yang sangat krusial bersama tokoh-tokoh ormas Islam besar seperti PBNU dan MUI di Istana, Presiden mengeluarkan pernyataan yang bikin telinga dunia panas. Prabowo menegaskan bahwa kursi Indonesia di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bisa kosong sewaktu-waktu jika organisasi tersebut gagal membawa misi kemerdekaan bagi Palestina.
Langkah ini menjadi sinyal keras bagi komunitas internasional bahwa Indonesia bukan sekadar “penggembira” atau negara yang bisa dibeli suaranya dengan posisi mentereng. Bagi Prabowo, kedaulatan Palestina adalah garis merah yang tidak bisa ditawar dalam kebijakan luar negerinya.
“Kami Siap Keluar!” – Pernyataan Berani dari Balik Meja Istana
Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, yang hadir dalam diskusi panas tersebut, membocorkan bagaimana sang Presiden merespons keraguan para ulama. Prabowo menekankan bahwa Indonesia masuk ke dalam BoP dengan strategi “memengaruhi dari dalam”, namun ia sudah menyiapkan pintu keluar darurat jika organisasi tersebut mandul.
“Beliau (Presiden) memberi respons: Kami masuk di BoP itu bisa tidak ikut (keputusan BoP) ketika itu tidak sesuai dengan pendapat kita. Yang kedua, kalau memang tidak bisa melakukan perubahan, Beliau siap keluar dari BoP. Itu yang saya tangkap begitu,” ungkap Cholil Nafis menirukan ketegasan Prabowo, Selasa (3/2/2026).
MUI Ingatkan Presiden: Jangan Sampai Legitimasi Penjajahan!
Pertemuan tersebut sempat diwarnai adu argumen yang sehat. Para tokoh agama, termasuk Cholil Nafis, secara terang-terangan menyampaikan kekhawatiran mereka. Mereka takut keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian justru hanya menjadi alat legitimasi bagi zionis untuk terus mencengkeram tanah Palestina.
“Iya, beliau merespon yang saya sampaikan. Merespon saya bilang, ‘jangan sampai kita melegitimasi terhadap penjajahan itu dan kita hanyalah menjadi pelengkap’,” tegas Cholil. Pesan ini rupanya langsung diserap oleh Prabowo sebagai mandat dari umat untuk tetap berada di jalur konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.
Misi Infiltrasi Diplomasi: Memengaruhi Arus Dunia
Menjawab keraguan publik, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia sengaja masuk ke jantung organisasi tersebut untuk melakukan tekanan langsung. Menurutnya, berteriak dari luar terkadang tidak cukup efektif dibandingkan mengubah kebijakan dari meja perundingan. Namun, Prabowo menjamin bahwa independensi Indonesia tetap terjaga 100%.