Di Rangkasbitung, Lebak terdapat destinasi wisata religi yang buka 24 jam. Tempat itu bernama Gua Maria Bukit Kanada (GMBK), lokasinya sekitar 3 kilometer dari Alun-alun Rangkasbitung.
__________________________________________
Wisata religi berkaitan dengan perjalanan rohani umat beragama. Kata ‘Bukit Kanada’ merupakan singkatan dari Bunda Kita Kampung Narimbang Dalam. Artinya, nama gua itu menunjukkan lokasi gua ini berada.
Gua Maria dibangun oleh umat Paroki Rangkasbitung dengan bantuan pimpinan Kongregasi Suster-suster Fransiscan Sukabumi yang tinggal di Rangkasbitung tahun 1988. Awal mulanya, gua difungsikan untuk tempat beribadah umat Katolik. Seiring berjalannya waktu, GMBK juga menjadi salah satu destinasi religi di Rangkasbitung.
Di sana tidak hanya ada Bangunan tua, Gua Maria, dan Kapel Santa Maria Lourdes. Sekarang, ada Grotto Kebangkitan, Aula Santo Yosef, jalan Salib besar dan kecil dengan 14 perhentian.
Untuk rute jalan salib besar, pengunjung harus naik-turun tangga melalui hutan. Tidak perlu khawatir tersasar, sebab hanya perlu mengikuti jalan poving blok yang sudah disediakan. Estimasi waktu mengelilingi jalur ini sekitar 30 hingga 45 menit.
Untuk rute jalan salib kecil, pengunjung tidak perlu naik-turun tangga. Rute ini tepat di depan Grotto Kebangkitan. Estimasi waktu mengelilingi jalur ini sekitar 10 menit.
“Tidak diwajibkan semua harus ke jalur panjang, yang mau saja. Kalau memang kondisinya tidak kuat jalan, boleh menggunakan jalur pendek. Yah, lansia yang sudah tidak bisa berjalan jauh bisa pilih jalur pendek saja,” sambungnya.
Lalu, bagaimana jika hendak mengunjungi GMBK? Berikut rute perjalanannya.
1. Menggunakan KRL
Pada waktu itu, saya naik KRL dari Stasiun Pondok Ranji menuju Stasiun Rangkasbitung.
Di stasiun Pondok Ranji, cukup dengan biaya e-money sebesar Rp 7.000,-
Menempuh perjalanan selama 1 jam 20 menit.
Setibanya di Stasiun Rangkasbitung akan ada angkot yang siap melayani langsung umat atau peziarah yang hendak mengunjungi Gua Maria tersebut.
2. Angkutan Umum/ Ojek Online