finnews.id – Perayaan Valentine di Cina: Antara Romantisme Barat dan Tradisi Lokal
Perayaan Hari Valentine yang identik dengan tanggal 14 Februari telah menjadi fenomena global, termasuk di Cina. Namun, cara masyarakat Cina memaknai dan merayakan Valentine memiliki keunikan tersendiri karena bersinggungan dengan nilai budaya, tradisi kuno, serta dinamika sosial modern.
Di Negeri Tirai Bambu, Valentine bukan sekadar adopsi budaya Barat, melainkan juga berdialog dengan tradisi cinta lokal yang telah ada sejak ribuan tahun lalu.
Masuknya Valentine Barat ke Cina
Hari Valentine versi Barat mulai dikenal luas di Cina sejak era reformasi dan keterbukaan ekonomi pada akhir 1970-an dan 1980-an.
Seiring meningkatnya pengaruh budaya Barat melalui film, musik, pendidikan, dan perdagangan internasional, perayaan 14 Februari perlahan mendapat tempat, terutama di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.
Bagi generasi muda urban, Valentine Barat menjadi simbol modernitas, kebebasan berekspresi, dan romantisme ala Barat. Restoran, hotel, pusat perbelanjaan, hingga platform e-commerce memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan promosi khusus, hadiah romantis, dan paket makan malam untuk pasangan.
Qixi Festival: Valentine Versi Cina
Meski Valentine Barat populer, Cina sebenarnya telah lama memiliki hari kasih sayang sendiri yang dikenal sebagai Qixi Festival (七夕节). Qixi dirayakan pada hari ketujuh bulan ketujuh dalam kalender lunar, sehingga sering dijuluki sebagai “Valentine Cina”.
Qixi berakar dari legenda klasik Niulang dan Zhinu, kisah cinta tragis antara seorang penggembala sapi dan bidadari penenun yang dipisahkan oleh Bima Sakti. Konon, hanya pada malam Qixi lah mereka diizinkan bertemu kembali, dibantu oleh jembatan burung murai. Legenda ini menjadikan Qixi sebagai simbol kesetiaan, pengorbanan, dan cinta sejati.
Pada masa lalu, Qixi lebih banyak dirayakan oleh perempuan muda dengan doa agar mendapat pasangan yang baik dan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Namun kini, Qixi telah berevolusi menjadi perayaan romantis modern yang tak kalah meriah dibanding Valentine Barat.