finnews.id – Final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko berlangsung dramatis dan penuh kontroversi, meski akhirnya dimenangkan oleh Senegal untuk kedua kalinya. Pertandingan sempat terganggu ketika tim Senegal meninggalkan lapangan sementara sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Maroko pada menit tambahan.
Protes Tim Senegal dan Peran Sadio Mane
Insiden ini terjadi setelah Senegal merasa dirugikan oleh keputusan wasit sebelumnya yang membatalkan gol mereka. Pelatih Pape Thiaw memimpin sebagian pemain meninggalkan lapangan, sementara Sadio Mane tetap berada di lapangan dan mendorong rekan-rekannya untuk kembali bermain. Setelah jeda sekitar 17 menit, pertandingan dilanjutkan.
Penalti Gagal dan Gol Penentu
Penalti yang diberikan gagal karena Edouard Mendy menepis tendangan Brahim Diaz, dan akhirnya Pape Gueye mencetak gol kemenangan bagi Senegal di perpanjangan waktu.
Reaksi Resmi dan Kecaman
Drama ini mendapat kecaman dari FIFA dan CAF, yang menekankan bahwa meninggalkan lapangan dan kekerasan terhadap wasit tidak dapat diterima. Senegal mengakui kesalahan mereka, sementara Maroko menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait insiden penalti dan protes pemain.
Referensi:
BBC News, “Senegal beat Morocco to win the Africa Cup of Nations after penalty chaos”