Home Lifestyle Waspada Super Flu H3N2 Masuk Indonesia: Kenali Gejala Demam Ekstrem dan Kecepatan Penularannya
Lifestyle

Waspada Super Flu H3N2 Masuk Indonesia: Kenali Gejala Demam Ekstrem dan Kecepatan Penularannya

Bagikan
Gejala Super Flu H3N2
Waspada Super Flu varian H3N2 subclade K masuk Indonesia. Kenali gejala demam tinggi hingga 41 derajat Celsius dan cara penularannya yang agresif.Ilust/Unspplash1@ Towfiqu barbhuiya
Bagikan

Finnews.id – Masyarakat Indonesia kini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus pernapasan baru yang dikenal sebagai “Super Flu”. Virus ini merupakan varian Influenza A H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan jauh lebih agresif dibandingkan flu musiman biasa. Sejak akhir 2025, otoritas kesehatan telah mengonfirmasi masuknya virus ini ke tanah air dengan laporan kasus yang terus bertambah.

Meski secara medis disebut sebagai subvarian H3N2, istilah “Super Flu” populer karena kemampuannya memicu gejala klinis yang lebih berat dan risiko komplikasi tinggi pada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.

Mengenal Karakteristik Agresif Subclade K
Varian ini pertama kali terdeteksi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025. Hanya dalam hitungan bulan, virus ini telah menyebar ke lebih dari 80 negara. Mutasi genetik pada virus ini memungkinkannya menginfeksi sel pernapasan manusia dengan lebih efektif, sehingga penyebaran di tengah populasi terjadi sangat cepat.

Di tingkat global, varian ini telah memicu lonjakan angka rawat inap hingga puluhan ribu pasien. Kecepatan transmisi inilah yang membuat para ahli kesehatan memberikan perhatian serius terhadap surveilans genomik virus tersebut.

Sebaran Kasus di Indonesia: Fenomena Gunung Es
Hingga pengujung Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat sedikitnya 62 kasus Super Flu yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Kasus-kasus tersebut kini telah terdeteksi di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa angka 62 kasus ini kemungkinan besar hanyalah fenomena gunung es. Keterbatasan surveilans genomik di berbagai daerah membuat jumlah kasus riil di masyarakat diprediksi jauh lebih tinggi dari data yang tercatat secara resmi. Data sementara menunjukkan bahwa anak-anak dan perempuan menjadi kelompok yang paling banyak terpapar varian ini.

Perbedaan Gejala: Flu Biasa vs Super Flu
Kunci utama menghadapi virus ini adalah kemampuan masyarakat dalam mengenali gejala sejak dini. Berbeda dengan influenza musiman yang cenderung ringan, Super Flu menunjukkan manifestasi klinis yang jauh lebih intens:

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Lifestyle

Napak Tilas dan Arsip Horor Pembantaian Rumah Pondok Indah

finnews.id – Rumah Pondok Indah pada tahun 90-an, sering diceritakan dari mulut...

Lifestyle

RedDoorz Pacu Pertumbuhan di Indonesia dengan Tambahan 100 Hotel Dikelola Langsung dan Optimalkan AI

finnews.id – RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia...

Lifestyle

Pekanbaru Peduli Hewan Peliharaan dengan Membuka Pet Hotel

finnews.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau melalui UPT...

Lifestyle

Rahasia Foshan di Tiongkok jadi Lahan Berburu Pecinta Furnitur Singapura

finnews.id – Jika Anda sedang menjelajahi media sosial untuk mencari ide renovasi,...