Home News Jangan Panik! Menkes Buka Suara Soal ‘Super Flu’ di Bandung: Ini Flu Lama, Bukan COVID Baru
News

Jangan Panik! Menkes Buka Suara Soal ‘Super Flu’ di Bandung: Ini Flu Lama, Bukan COVID Baru

Bagikan
Superflu H3N2
Superflu H3N2
Bagikan

finnews.id – Istilah “Super Flu” belakangan ini mendadak viral dan memicu kekhawatiran publik setelah adanya laporan pasien meninggal dunia di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk menarik napas dalam-dalam dan tetap tenang.

Dalam konferensi pers virtual pada Senin (12/1), Menkes menegaskan bahwa situasi ini jauh berbeda dengan awal kemunculan COVID-19.

1. Kenali Musuhnya: Virus H3N2 (Bukan “Baru”)

Meski terdengar menyeramkan, penyakit yang dijuluki “Super Flu” ini sebenarnya adalah Influenza A subtipe H3N2.

“Ini flu lama, bukan virus baru. Berbeda dengan COVID-19 dulu yang benar-benar asing bagi imun kita. Karena virus ini sudah lama beredar, mayoritas tubuh manusia sudah mengenali dan mampu melawannya secara alami,” jelas Budi Gunadi.

2. Mengapa Ada Korban Meninggal?

Menkes meluruskan bahwa kematian pasien di Bandung bukan disebabkan semata-mata oleh keganasan virus, melainkan adanya komorbid atau penyakit penyerta yang berat.

Secara ilmiah, Menkes memaparkan hukum alam mutasi virus:

Hukum Kelangsungan Hidup: Virus yang cerdas tidak akan membunuh inangnya. Jika inangnya meninggal, virusnya pun ikut mati.

Karakter H3N2 Varian K: Varian ini memang memiliki kemampuan menyebar lebih cepat, namun secara klinis dampaknya lebih lemah.

Analogi: Kondisinya mirip dengan varian Omicron pada masa COVID-19—cepat menular, tapi risiko keparahan (tingkat kematian) relatif rendah.

3. Data Terkini: Situasi Terkendali

Bagi Anda yang khawatir akan adanya lonjakan kasus secara tiba-tiba, Kemenkes membawa kabar baik. Kasus di Bandung bukanlah fenomena baru yang muncul mendadak, melainkan bagian dari pantauan terhadap 62 pasien lama sejak bulan lalu.

Hingga pertengahan Januari 2026, tidak ditemukan adanya lonjakan kasus signifikan di luar kelompok yang sudah terdata.

4. Tips Tetap Aman

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh istilah-istilah medis yang didramatisir. Langkah terbaik yang bisa Anda lakukan saat ini adalah:

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
InternasionalNews

Seorang Wisatawan Wanita Meregang Nyawa karena Diserang Hiu

finnews.id – Serangan hiu adalah peristiwa ketika hiu menggigit atau melukai manusia,...

News

Banjir dan Longsor di Kabupaten Jepara, Sungai Jebol Penduduk Terpaksa Mengungsi

finnews.id – Kabupaten Jepara dikenal luas sebagai daerah pesisir yang kaya akan...

News

Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Ringan, Sedang, Lebat, dan Sangat Lebat Selasa, Hari Ini

finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah...

News

KPK Sita Uang Rp6,38 Miliar dan Emas 1,3 Kg dalam OTT Pegawai Pajak, Pendalaman Dilakukan

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membongkar dugaan praktik korupsi di...