finnews.id – Ikan kaleng sering menjadi solusi praktis untuk kebutuhan makan sehari-hari. Selain mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau dan kandungan gizinya tetap terjaga. Namun, banyak orang mengeluhkan aroma amis yang muncul setelah ikan kaleng dimasak, terutama jika hidangan tersebut disimpan dan dipanaskan kembali. Oleh karena itu, cara masak ikan kaleng agar tidak amis dan lezat sepanjang hari menjadi topik penting yang relevan dengan kebiasaan memasak modern.
Dalam praktik kuliner rumahan, aroma amis bukan hanya soal selera, tetapi juga berkaitan erat dengan proses kimia alami pada ikan. Lemak tak jenuh pada ikan mudah mengalami oksidasi, menghasilkan senyawa volatil seperti trimethylamine yang memicu bau khas. Pemahaman ini membantu menjelaskan mengapa teknik memasak tertentu mampu menekan aroma tersebut secara signifikan.
Penyebab Aroma Amis pada Ikan Kaleng
Aroma amis pada ikan kaleng bukan berasal dari proses pengalengan yang buruk. Justru, proses sterilisasi suhu tinggi bertujuan menjaga keamanan pangan. Namun, setelah kaleng dibuka, paparan udara memicu reaksi oksidatif pada lemak ikan. Penelitian dalam Journal of Food Science menyebutkan bahwa senyawa amina volatil meningkat ketika ikan bersentuhan langsung dengan oksigen dalam waktu singkat.
Selain itu, sisa minyak atau saus bawaan dari ikan kaleng sering kali membawa aroma laut yang kuat. Jika langsung dimasak tanpa perlakuan awal, bau tersebut akan semakin dominan ketika terkena panas.
Teknik Dasar Mengolah Ikan Kaleng sebelum Dimasak
Langkah awal memiliki peran penting dalam cara masak ikan kaleng agar tidak amis dan lezat sepanjang hari. Ikan sebaiknya dikeluarkan dari kaleng, lalu ditiriskan dengan baik. Banyak praktisi kuliner menyarankan pembilasan ringan menggunakan air hangat. Teknik ini membantu mengurangi residu minyak dan senyawa penyebab bau.
Seorang pakar teknologi pangan, Harold McGee, pernah menyatakan, “Bau amis pada ikan terutama berasal dari senyawa nitrogen yang mudah larut air, sehingga pembilasan ringan dapat menguranginya tanpa merusak tekstur.” Pernyataan ini relevan dengan praktik dapur sederhana yang sering diabaikan.
Setelah ditiriskan, ikan dapat dikeringkan sebentar sebelum masuk ke tahap memasak berikutnya. Proses ini membantu bumbu menempel lebih baik dan mengurangi aroma sisa.