finnews.id – Perkembangan perangkat audio portabel selama satu dekade terakhir cenderung bergerak ke arah penyempurnaan fitur yang sudah mapan. Headphone nirkabel berlomba menghadirkan peredam bising aktif yang lebih canggih, sementara Bluetooth speaker menekankan peningkatan daya, ketahanan air, dan kualitas bass. Di tengah pola evolusi yang relatif konservatif ini, kemunculan TDM Neo menghadirkan pendekatan yang berbeda. Perangkat ini tidak sekadar menambah fitur, tetapi menggabungkan dua fungsi yang selama ini terpisah secara fisik dan konseptual, yakni headphone dan speaker, dalam satu desain mekanis yang dapat berubah bentuk.
Gagasan ini pada awalnya mudah dianggap sebagai gimmick. Namun, pendekatan teknis yang digunakan TDM Neo menunjukkan bahwa transformasi fungsi tersebut tidak hanya bersifat kosmetik, melainkan dirancang dari tingkat perangkat keras hingga pemrosesan audio.
Mekanisme Perubahan dari Headphone ke Speaker
Berbeda dari headphone lipat biasa, TDM Neo menggunakan sistem engsel dan headband yang memungkinkan kedua earcup diputar hingga saling menempel secara magnetik. Ketika posisi ini tercapai, bentuknya berubah menjadi silinder padat menyerupai speaker portabel kecil. Perubahan fisik ini bukan sekadar estetika, karena di dalamnya terdapat pemicu sistem elektronik yang secara otomatis mengalihkan jalur audio.
Dalam kondisi headphone, suara diproduksi oleh driver internal yang menghadap langsung ke telinga. Ketika perangkat diputar dan earcup saling menempel, sistem mendeteksi posisi tersebut dan memindahkan keluaran audio ke driver eksternal yang menghadap keluar. Dengan demikian, TDM Neo benar-benar beralih fungsi dari alat dengar personal menjadi perangkat audio bersama.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip rekayasa modern yang menekankan keterkaitan erat antara desain mekanis dan sistem elektronik. Sensor posisi dan pemrosesan sinyal digital bekerja bersama untuk memastikan transisi fungsi berlangsung instan dan konsisten.
Arsitektur Driver dan Amplifier Terpisah
Salah satu aspek teknis paling penting dari TDM Neo adalah penggunaan empat driver audio yang terpisah. Setiap earcup memuat satu driver khusus headphone dan satu driver yang lebih besar untuk mode speaker. Kedua jenis driver ini terisolasi secara akustik, sehingga karakter suara headphone tidak terpengaruh oleh ruang resonansi speaker, dan sebaliknya.
Selain itu, TDM Neo memakai dua amplifier berbeda. Amplifier untuk headphone dirancang agar efisien dan presisi pada volume dekat telinga, sementara amplifier untuk speaker memberikan daya lebih besar guna menggerakkan driver eksternal. Pemisahan ini sesuai dengan praktik audio profesional, karena kebutuhan daya dan karakter respons frekuensi headphone sangat berbeda dari speaker.
Dalam kajian teknik audio modern, pemisahan jalur seperti ini terbukti mampu menjaga distorsi tetap rendah dan mencegah kompromi kualitas yang sering muncul pada perangkat multifungsi.
Baca Juga
Artikel Terbaru
Gabriel Martinelli Cetak Hat-Trick, Arsenal Tundukkan Portsmouth
Pria Ini Menang Lotere Senilai Rp510 Miliar: Ada Cerita Menarik di Baliknya
12 Januari 2026, 01:01BRIN: Upper-Arm Exoskeleton Innovation Enables Faster Stroke Recovery
finnews.id – The National Research and Innovation Agency (BRIN), through its Center...
Jadi Negara Pertama, Indonesia Blokir Grok demi Lindungi Ruang Digital
finnews.id – Indonesia mencatatkan langkah bersejarah di dunia digital global. Melalui Kementerian...
Apple Siap Hadirkan iPhone Berkamera 200 MP
finnews.id – Apple tampaknya tengah menyiapkan lompatan besar di sektor fotografi ponsel....
Lego Smart Play Pamer Kebolehan di CES 2026
finnews.id – Lego kembali menghadirkan terobosan dalam dunia mainan interaktif dengan memperkenalkan...