finnews.id – Laga debut pelatih baru Chelsea berakhir manis. Chelsea menang telak 5-1 atas Charlton Athletic pada putaran ketiga FA Cup yang digelar di Stadion The Valley.
Kemenangan ini menjadi awal positif bagi Liam Rosenior dalam menjalani peran barunya sebagai pelatih kepala Chelsea, sekaligus membawa klub melangkah ke babak berikutnya.
Chelsea Kuasai Permainan Sejak Awal
Chelsea langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal.
Penguasaan bola berada di tangan tim tamu, sementara Charlton mencoba merespons lewat serangan cepat dan bola mati.
Beberapa peluang sempat tercipta untuk tuan rumah, namun lini belakang Chelsea masih mampu meredam ancaman tersebut.
Kebuntuan akhirnya pecah pada masa tambahan waktu babak pertama. Jorrel Hato mencetak gol pembuka lewat tendangan keras setelah situasi kemelut di kotak penalti.
Gol ini menjadi momen penting karena datang di waktu krusial, sekaligus memberi keunggulan mental bagi Chelsea sebelum turun minum.
Babak Kedua Penuh Gol
Memasuki babak kedua, Chelsea tampil lebih agresif. Tosin Adarabioyo menggandakan keunggulan melalui sundulan hasil umpan bola mati.
Keunggulan 2-0 membuat Chelsea semakin percaya diri dalam mengatur tempo permainan.
Charlton sempat memberi perlawanan ketika Miles Leaburn memperkecil ketertinggalan pada menit ke-57.
Gol tersebut sempat membangkitkan semangat pendukung tuan rumah, namun Chelsea merespons dengan cepat.
Marc Guiu kembali menjauhkan keunggulan Chelsea lewat gol jarak dekat hanya beberapa menit berselang.
Pergantian pemain yang dilakukan Rosenior terbukti efektif. Pedro Neto mencetak gol keempat pada masa injury time, sebelum Enzo Fernández menutup pesta gol Chelsea lewat eksekusi penalti di menit-menit akhir pertandingan.
Skor 5-1 memastikan kemenangan meyakinkan bagi Chelsea.
Debut Tenang Liam Rosenior
Dalam laga perdananya, Liam Rosenior terlihat tenang di sisi lapangan.
Chelsea tampil rapi, disiplin, dan mampu memanfaatkan perbedaan kualitas pemain.
Meski menghadapi tekanan dari atmosfer stadion dan nyanyian protes sebagian suporter, tim tetap fokus hingga peluit akhir.
Beberapa pemain muda mendapat kesempatan tampil dan memberi kontribusi nyata, sementara pemain pengganti mampu menjaga intensitas permainan hingga menit terakhir.
Hal ini memberi gambaran awal pendekatan Rosenior yang mengandalkan kedalaman skuad dan rotasi pemain.