finnews.id – Pola baru akan diterapkan dalam Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026. Dilaporkan, jumlah peserta calon petugas haji tahun 2026 mencapai 1.554 orang.
Selain durasi yang lebih panjang, pelatihan tahun ini akan lebih banyak diisi dengan kelas Tugas dan Fungsi (Tusi) layanan.
Menurut Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, perubahan model pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan petugas kepada jemaah haji.
“Pelatihan PPIH Arab Saudi tahun ini akan lebih banyak sesi kelas Tusi layanan dibandingkan kelas besar. Manajemen kelas dan durasi pelatihan juga dibuat berbeda,” ujar Puji, Jumat, 9 Januari 2026.
Hal itu diungkapkannya saat memberikan arahan kepada panitia dan fasilitator Diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Penegakan Disipling Libatkan TNI dan Polri
Puji juga menjelaskan, untuk penegakan aspek kedisiplinan peserta akan diperkuat dengan dukungan dari TNI dan Polri.
Menurut Puji Raharjo, lamanya waktu pelatihan menuntut perhatian khusus terhadap stamina dan kesehatan peserta. Oleh karena itu, pengaturan jam istirahat menjadi hal penting dalam pelaksanaan diklat.
“Jam istirahat harus diperhatikan. Nantinya setiap gedung pelatihan akan dijaga oleh TNI/Polri selama 24 jam,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, Puji berharap seluruh peserta memiliki jiwa melayani yang sama, memahami dasar-dasar penyelenggaraan haji, menguasai fikih haji, serta mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab.
Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M akan diselenggarakan selama 4 minggu, dimulai dengan pelatihan secara langsung di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta dari tanggal 10 hingga 30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan secara daring pada awal Februari hingga 9 Februari 2026.