Home News Madrasah di Sumbar Manfaatkan Area Masjid, KBM Berjalan Sesuai Jadwal
News

Madrasah di Sumbar Manfaatkan Area Masjid, KBM Berjalan Sesuai Jadwal

Bagikan
Madrasah di Sumbar manfaatkan area masjid untuk KBM.
Madrasah di Sumbar manfaatkan area masjid untuk KBM.
Bagikan

finnews.id – Sejumlah Gedung madrasah di Sumatra Barat (Sumbar) terdampak bencana yang melanda provinsi tersebut pada November tahun lalu. Bahkan, ada gedung madrasah yang hanyut diterjang banjir bandang.

Dua dari sejumlah madrasah di Sumbar yang terdampak bencana adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, Kabupaten Agam.

Meski bangunan madrasah terkena dampak bencana, namun Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) madrasah tetap berjalan sesuai jadwal, mulai 5 Januari 2026.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno saat meninjau KBM di dua madrasah tersebut. Karena gedung MTs Selasar Air hanyut tak tersisa, maka proses KBM dilaksanakan di area Masjid.

Menurut Amien, keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam.

“Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” ujar Amien, Selasa, 6 Januari 2026.

Kemenag Salurkan Bantuan Rp6,4 Miliar untuk 64 Madrasah dan RA di Sumbar

Kemenag telah menyalurkan bantuan penanganan dampak bencana banjir sebesar Rp6,4 miliar untuk 64 madrasah dan RA di Sumatra Barat.

Setiap lembaga memperoleh Rp100 juta, yang digunakan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.

Rincian bantuan tersebut meliputi 22 Madrasah Negeri dengan total bantuan Rp2,2 miliar; 29 Madrasah Swasta dengan total bantuan Rp2,9 miliar; serta 13 RA dengan total bantuan Rp1,3 miliar.

Di MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar mengajar.

Amien menambahkan, Kemenag terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

Bagikan
Artikel Terkait
Awan panas meluncur sejauh 4 km dari puncak Semeru.
News

Luncuran Awan Panas Sejauh 4 Km Iringi Erupsi Gunung Semeru

finnews.id – Aawan panas dengan jarak luncur sejauh 4 kilometer dari puncak...

Gelondongan kayu banjir bandang di Sumatra dimanfaatkan untuk pembangunan huntara.
News

Kemenhut Manfaatkan Gelondongan Kayu Terbawa Banjir Bandang untuk Pembangunan Huntara di Aceh

finnews.id – Sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan masyarakat terdampak banjir,...

Longsor tutupi jalur menuju kawasan wisata Bromo. Foto: BPBD Kabupaten Malang
News

Longsor Tutup Jalur Menuju Kawasan Wisata Bromo, BPBD Malang Turun Tangan

finnews.id – Tanah longsor terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, Jawa Timur,...

News

Sepanjang 2025, 16 Orang Korban Gigitan Rabies di Bali Meninggal Dunia

finnews.id – Sepanjang 2025 tercatat ada 16 orang korban gigitan hewan penular...