PERLOMBAAN memiliki alat terbaru terus berlangsung. Pesertanya: rumah-rumah sakit. Lomba itu kini masuk ke bidang penyakit laki-laki: prostat.
Nama alat terbaru itu: Rezum. Buatan Amerika.
Begitu barunya belum sampai lima rumah sakit yang memilikinya. Di belahan timur Indonesia baru ada satu. Di Surabaya. Di RS Adi Husada –yang tahun depan genap 100 tahun umurnya.
Tentu sebentar lagi akan banyak rumah sakit yang berlomba memilikinya. Begitu banyak laki-laki yang risau dengan prostat. Ditambah: persaingan antar rumah sakit begitu kerasnya. Saling tidak mau kalah. Membeli alat terbaru sudah seperti senjata untuk menang. Ingin punya terbaru. Termodern. Ingin menjadi ”yang pertama” memiliki alat baru apa saja.
Tentu itu baik bagi masyarakat –yang mampu membayar ongkosnya. Setidaknya pilihan pun bertambah. Penderita prostat dulu hanya punya tiga pilihan: minum obat, dikerok, dioperasi –disesuaikan dengan tahap sakitnya.
Kini sebelum memutuskan dikerok bisa dicoba dulu dengan direzum. Intinya sama dengan dikerok: prostat yang membesar dikecilkan.
Anda sudah tahu: prostat yang membesar bisa mendesak saluran kencing. Seperti mencekiknya. Akibatnya kencing tidak lancar. Di tahap lanjut, air kencing tidak bisa keluar. Bayangkan sakitnya.
Padahal ada rumus 50-50: yakni 50 persen laki-laki yang umurnya melewati angka 50 mengalami problem itu: prostatnya membesar. Pembesaran itu bisa membuat sebagian sel prostatnya tumbuh tidak normal –lalu jadi benih kanker prostat.
Laki-laki pasti punya prostat. Letaknya di bawah kandung kemih. Ukuran prostat yang normal hanya sebesar biji kenari. Panjang 3cm, lebar 2 cm. Posisinya mengelilingi saluran kencing. Saluran kencing itu memang dibuat melewati tengahnya prostat.
Dengan posisi seperti itu ketika laki-laki seperti Anda mengalami ejakulasi, prostat Anda bisa memblokade saluran kencing. Dengan demikian yang bisa melewati penis Anda hanya sperma. Sperma tidak tercampur dengan air kencing.
Bayangkan bila di saat Anda konsentrasi untuk ejakulasi, air kencing Anda terikut di sperma. Kasihan wanitanya.