Home News Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Terus Dikebut, 7 Blok Ditarget Tuntas 10 Januari
News

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Terus Dikebut, 7 Blok Ditarget Tuntas 10 Januari

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Saat ini, progres pembangunan huntara dilaporkan telah mencapai sekitar 75% dan sebanyak 7 blok ditargetkan selesai pada Sabtu, 10 Januari 2026.

“Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” kata Menteri PU Dody Hanggodo, Selasa, 6 Januari 2026.

Pembangunan huntara direncanakan terdiri atas 7 blok bangunan modular dengan kapasitas masing – masing blok 12 kepala keluarga (KK) di Gampong Bundar, Aceh Tamiang.

Dari total 7 blok utama, satu blok masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material karena posisinya berada di bagian depan lokasi dan berbatasan langsung dengan jalan.

Secara keseluruhan, huntara Aceh Tamiang dirancang untuk menampung sekitar 84 KK atau sekitar 336 jiwa dalam satu lokasi. Setiap blok dapat menampung hingga 12 KK atau sekitar 48 orang.

Kawasan huntara ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi guna menunjang aktivitas dan kebutuhan dasar warga selama masa tinggal sementara.

Dibangun Menggunakan Sistem Modular

Dari sisi teknis, huntara dibangun menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan yang dirancang kuat, cepat dibangun, dan tetap memberikan kenyamanan bagi penghuni.

Tahapan pekerjaan meliputi pembangunan pondasi, pemasangan rangka modular, dinding dan atap baja ringan, hingga pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Pembangunan huntara ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi warga terdampak bencana, yang sebelumnya harus bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan keterbatasan ruang dan fasilitas.

Bagikan
Artikel Terkait
News

Terjadi Lagi! Puluhan Siswa di Semarang Mual Setelah Santap Menu MBG

finnews.id – Memasuki tahun kedua pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kasus...

Menag Nasaruddin Umar.
News

Menag: Perbedaan Mazhab Jangan Sampai Dijadikan Alat Memecah Belah

finnews.id – Secara teologis umat beragama dihadapkan pada dunia yang semakin terbuka,...

Angin Puting Beliung
News

Kondisi Terkini Bandara Juanda Surabaya Usai Diterjang Angin Puting Beliung

finnews.id – Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, dipastikan tetap beroperasi normal...

Kemenhaj fokus pelayanan jemaah haji perempuan.
News

Layanan Haji 2026 Fokus Ramah Jemaah Perempuan dan Kesehatan Calhaj

finnews.id – Perlindungan jemaah, khususnya melalui penguatan layanan ramah perempuan dan penerapan...