finnews.id – Momen melahirkan merupakan salah satu fase paling mendebarkan sekaligus penuh harap bagi seorang perempuan muslim. Rasa sakit, cemas, dan penantian panjang berpadu dengan doa serta tawakal kepada Allah SWT.
Dalam Islam, ikhtiar medis sejalan dengan ikhtiar spiritual, salah satunya dengan mengamalkan doa-doa agar proses persalinan berjalan lancar dan diberi keselamatan.
Dikutip dari NU Online, berikut rangkaian doa yang dapat diamalkan sejak proses persalinan hingga setelah bayi lahir ke dunia.
Doa Saat Proses Persalinan
Saat menghadapi kontraksi dan proses kelahiran, ibu dianjurkan memperbanyak dzikir dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an untuk menenangkan hati serta memohon pertolongan Allah SWT.
1. Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255)
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta’khudzuhû sinatuw wa lâ na’ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi’idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai’im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ’, wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya’ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar. (QS al-Baqarah: 255)
Ayat Kursi diyakini membawa ketenangan, perlindungan, serta kekuatan batin bagi ibu yang sedang berjuang melahirkan.
2. QS Al-A’raf Ayat 54
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍ ۢ بِاَمْرِهٖٓۙ اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
inna rabbakumullâhulladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal-‘arsy, yughsyil-lailan-nahâra yathlubuhû ḫatsîtsaw wasy-syamsa wal-qamara wan-nujûma musakhkharâtim bi’amrihî alâ lahul-khalqu wal-amr, tabârakallâhu rabbul-‘âlamîn
Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia berkuasa atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam. (QS Al-A’raf: 54)
Ayat ini mengingatkan bahwa seluruh proses kehidupan, termasuk kelahiran, berada dalam kekuasaan Allah SWT.
3. Surat Al-Falaq dan An-Nas
Kedua surat ini dibaca sebagai bentuk perlindungan dari gangguan, rasa takut, dan hal-hal buruk yang dapat mengganggu ketenangan ibu saat melahirkan.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a`udzu bi rabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fîl-`uqad, wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.’ (QS al-Falaq: 1-5)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i), Qul a`udhû bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilahin-nâs, min syarril-waswâsil khannâs, alladzi yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia. (QS an-Nas: 1-6)
4. Doa Tauhid dan Penyerahan Diri
لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Lâ ilâha illallâhul ‘adhîmul ḫalîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil ‘adhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wal ardli wa rabbul ‘arsyil ‘adhîm
Tiada Tuhan selain Allah Yang Mahaagung lagi Mahabijaksana. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang agung.
Doa ini menegaskan kepasrahan total kepada Allah SWT di saat-saat paling krusial.
Doa Saat Bayi Baru Lahir
Setelah bayi lahir ke dunia, Islam mengajarkan beberapa amalan sebagai doa awal kehidupan sang buah hati.
1. Adzan di Telinga Kanan Bayi
Adzan dikumandangkan sebagai kalimat tauhid pertama yang didengar bayi, menanamkan keimanan sejak awal kehidupan.
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ×٢ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ ×٢ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ×٢ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ ×٢ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ ×٢ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
Allâhu Akbar, Allâhu Akbar (2x) Asyhadu allâ ilâha illallâh (2x) Asyhadu anna Muhammadan rasûlullâh (2x) Ḫayya ‘alash shalâh (2x) Ḫayya ‘alal falâḫ (2x) Allâhu Akbar, Allâhu Akbar Lâ ilâha illallâh
Allah Mahabesar, Allah Mahabesar Aku bersaksi tiada Tuhah selain Allah Aku bersaksi sesugguhnya Muhammad adalah utusan Allah Marilah laksanakan shalat Marilah menuju kepada kejayaan Allah Mahabesar, Allah Mahabesar Tiada Tuhan selain Allah
2. Iqamah di Telinga Kiri Bayi
Iqamah menjadi simbol kesiapan bayi untuk menjalani kehidupan sebagai hamba Allah dan bagian dari umat Islam.
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ×٢ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
Allâhu Akbar, Allâhu Akbar Asyhadu allâ ilâha illallâh Asyhadu anna Muhammadan rasûlullâh Ḫayya ‘alash shalâh Ḫayya ‘alal falâḫ Qad qâmatish shalâh (2x) Allâhu Akbar, Allâhu Akbar Lâ ilâha illallâh
Allah Mahabesar, Allah Mahabesar Aku bersaksi tiada Tuhah selain Allah Aku bersaksi sesugguhnya Muhammad adalah utusan Allah Marilah laksanakan shalat Marilah menuju kepada kejayaan Allah Mahabesar, Allah Mahabesar Tiada Tuhan selain Allah
3. Doa Kebaikan untuk Bayi
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا
Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan ḫasanan
Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.
4. Membaca QS Al-Ikhlas dan QS Al-Qadr
Kedua surat ini dibaca sebagai doa keberkahan, perlindungan, dan harapan agar anak kelak tumbuh dalam cahaya iman.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Qul huwallâhu aḫad, Allâhush-shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yaqul lahu kufuwan aḫad
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya’. (QS al-Ikhlas: 1-5)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm(i). Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr, wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr, lailatul-qadri khairum min alfi syahr, tanazzalul-malâ’ikatu war-rûḫu fîhâ bi’idzni rabbihim, ming kulli amr, salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar. (QS al-Qadr: 1-5)
5. Doa Perlindungan dari Gangguan Setan
وَإِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm
Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk. (QS Ali Imran: 36)
Doa pada Telinga Kiri Bayi
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ
A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.
Doa Agar Diberi Anak Laki-laki
Bagi orang tua yang berharap dianugerahi anak laki-laki, berikut doa yang dapat dipanjatkan dengan penuh keikhlasan:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًا فَإِنَّهُ يُولَدُ ذَكَرًا إنْ شَاءَ اللّٰهُ تَعَالَى
Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan faj’alhu lî dzakaran fainnahû yûladu dzakaran insyâ Allâhu ta’âlâ.
Ya Allah, sesungguhnya aku akan menamai apa yang ada di dalam kandungannya dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia anak laki-laki bagiku, karena Muhammad dilahirkan sebagai seorang laki-laki, insya Allah.
Doa bukan sekadar rangkaian bacaan, melainkan wujud keyakinan dan ketundukan kepada Allah SWT. Dengan doa, seorang ibu menguatkan jiwa, menenangkan hati, dan menyerahkan seluruh proses persalinan kepada Sang Maha Penjaga kehidupan.
Semoga setiap ibu yang mengamalkan doa-doa ini diberi kemudahan, keselamatan, serta dianugerahi anak yang saleh dan salehah.