Home Megapolitan DBD dan TBC Mengintai Warga Jakarta, Wagub Rano Minta Dinkes Jangan Lengah!
Megapolitan

DBD dan TBC Mengintai Warga Jakarta, Wagub Rano Minta Dinkes Jangan Lengah!

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kesiagaan adanya potensi melonjaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmennya untuk mempercepat berbagai program penanganan TBC dan DBD agar kasusnya dapat ditekan secara signifikan.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar upaya penanganan berjalan efektif.

“Jadi, TBC harus kita tangani bersama. Hal ini juga menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pemberantasannya. Alhamdulillah, beberapa langkah sudah dilakukan dan penanganannya terus berjalan,” kata Rano di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Senin, 5 Januari 2025.

Menurutnya, upaya penanganan TBC harus dilaksanakan secara kolaboratif lintas sektor.

Selain itu, dibutuhkan dukungan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam upaya deteksi dini.

“Kami telah melakukan sejumlah langkah penanganan di beberapa wilayah. Harapannya, upaya ini dapat berjalan optimal sehingga dampak penanganannya dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rano mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus DBD seiring memasuki musim hujan.

Ia menilai, periode pergantian musim kerap menjadi momen rawan munculnya kasus DBD di sejumlah wilayah.

“Karena Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi, ini harus kita tangani bersama,” ujarnya.

Rano menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan melalui gerakan 3M di tingkat masyarakat, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

Ia juga mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) agar tidak lengah karena kelalaian kecil dapat menjadi penyebab munculnya sarang nyamuk.

“Karena itu, peran petugas juru pemantau jentik (Jumantik) di lingkungan warga terus dioptimalkan. Tim Jumantik menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran DBD di permukiman,” pungkasnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Diskon Tarif Tol Nataru 2025
Megapolitan

One Way Nasional Mulai Berlaku Rabu Siang, Korlantas Siapkan Skema dari Cikampek hingga Kalikangkung

finnews.id – Rekayasa lalu lintas skala nasional untuk arus mudik mulai diberlakukan....

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Megapolitan

Arus Mudik dari Terminal Jakarta Masih Lancar, Puncak Diprediksi 18 Maret 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan aktivitas keberangkatan penumpang sejauh ini masih...

Megapolitan

PBB Ungkap Prediksi Bahaya di Jakarta

finnews.id – Jakarta berada di peringkat pertama dalam kategori kepadatan penduduk. Menurut...

Mudik Gratis DKI Jakarta 2026
Megapolitan

Kuota Mudik Gratis Jakarta Membeludak, 30 Ribu Peserta Siap Diberangkatkan dari Monas

Finnews.id – Antusiasme warga ibu kota untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman...