Finnews.id – Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan atau ancaman dalam hubungan internasional dapat menjadi preseden yang sangat buruk dan berbahaya bagi kedaulatan negara di masa depan.
Dalam keterangan resminya, Senin 5 Januari 2025, pemerintah Indonesia menegaskan terus memantau dengan saksama eskalasi yang terjadi di negara Amerika Selatan tersebut. Indonesia menilai langkah sepihak Washington berisiko tinggi mengganggu stabilitas perdamaian kawasan serta melemahkan prinsip utama diplomasi global.
Menekankan Kedaulatan Bangsa
Kemlu RI menyampaikan bahwa komunitas internasional seharusnya menghormati hak dan kehendak murni rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka. Indonesia memandang setiap intervensi luar yang bersifat memaksa hanya akan mengaburkan hak bangsa untuk menentukan arah masa depan mereka sendiri tanpa campur tangan asing.
“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI melalui akun media sosial mereka.
Selain masalah kedaulatan, Indonesia secara tegas menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk mengedepankan dialog dan menahan diri. Jakarta meminta seluruh pihak mematuhi koridor hukum internasional, khususnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum humaniter internasional.
Fokus pada Perlindungan Warga Sipil
Eskalasi di Venezuela meningkat tajam sejak Sabtu dini hari setelah militer AS menyerang berbagai instalasi sipil dan militer di Caracas. Serangan yang melibatkan ledakan dahsyat tersebut memicu penetapan keadaan darurat nasional di Venezuela.
Menanggapi situasi yang mencekam tersebut, Indonesia mengingatkan agar perlindungan terhadap warga sipil menjadi prioritas utama. Penangkapan paksa Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan AS dengan tuduhan narko-terorisme telah menciptakan kekosongan kekuasaan yang kini diisi oleh Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara atas perintah Mahkamah Agung setempat.
- Amerika Serikat
- berita dunia
- dampak penangkapan Maduro bagi hukum internasional
- Donald Trump
- hukum internasional
- Indonesia
- Kedaulatan Negara
- Kemlu RI
- Nicolas Maduro
- pBB
- Pernyataan Kemlu RI penangkapan Nicolas Maduro
- posisi Indonesia intervensi militer AS Venezuela
- tanggapan Indonesia kedaulatan Venezuela
- Venezuela