finnews.id – West Ham kian terancam degradasi setelah kekalahan telak 3-0 dari Wolverhampton Wanderers, tim yang saat laga tersebut berada di dasar klasemen Liga Inggris.
Hasil ini memperpanjang periode suram yang terus menghantui klub London tersebut sepanjang musim. Posisi West Ham masih tertahan di zona degradasi dengan perolehan 14 poin dari 20 pertandingan, sebuah angka yang secara historis jarang berujung pada keselamatan di akhir musim.
Situasi ini menempatkan Nuno Espirito Santo di ujung tanduk. Pelatih asal Portugal itu datang menggantikan Graham Potter pada September dengan harapan membawa stabilitas dan arah baru. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi yang semakin memburuk. Ketidakmampuan tim untuk merespons tekanan, baik secara taktik maupun mental, menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir.
Mantan penyerang tim nasional Inggris, Alan Shearer, menggambarkan penampilan West Ham sebagai “shocking, pathetic and embarrassing” dalam siaran BBC Radio 5 Live. Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan luas yang juga terasa di tribun London Stadium.
Statistik Suram yang Sulit Terbantahkan
Data pertandingan dan statistik musim ini memperkuat gambaran krisis yang sedang berlangsung. West Ham telah menjalani sembilan laga Premier League tanpa kemenangan, dengan catatan empat hasil imbang dan lima kekalahan. Rangkaian ini menjadi yang terpanjang sejak musim 2010–2011, musim yang berakhir dengan degradasi.
Lebih mengkhawatirkan lagi, di bawah asuhan Nuno Espirito Santo, West Ham belum sekali pun mencatatkan clean sheet di liga. Secara total, sang pelatih telah melewati 26 pertandingan Premier League tanpa nirbobol, termasuk masa tugasnya sebelumnya. Catatan ini mendekati rekor terburuk dalam sejarah kompetisi, sebuah indikator kuat adanya masalah struktural di lini pertahanan.
Jumlah kebobolan juga menunjukkan tren negatif. West Ham telah kemasukan 41 gol setelah 20 pertandingan, angka tertinggi klub pada tahap ini sejak musim 1965–1966. Bahkan, empat gol bersarang dalam lima menit pertama pertandingan, terbanyak di liga musim ini. Dalam analisis sepak bola modern, kebobolan dini sering dikaitkan dengan rendahnya kesiapan mental dan organisasi awal pertandingan.