finnews.id – Upaya pencarian pelatih Tim B Sepak Bola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, bersama dua anak laki-lakinya yang hilang akibat kecelakaan laut di Labuan Bajo, kembali diperpanjang. Hingga hari ketujuh pencarian, ketiganya masih belum ditemukan, memaksa tim penyelamat melanjutkan operasi hingga 4 Januari 2026.
Fernando Martin Carreras dan dua putranya merupakan korban tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada malam 26 Desember 2025.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi memperpanjang operasi pencarian setelah melakukan evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR gabungan di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Kamis malam (1/1/2026).
Perpanjangan operasi dilakukan selama tiga hari, terhitung mulai 2 hingga 4 Januari 2026.
“Berdasarkan hasil evaluasi, Tim SAR gabungan akan melanjutkan dan memaksimalkan upaya pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman.
Permintaan Resmi Pemerintah Spanyol
Fathur menjelaskan, keputusan memperpanjang pencarian juga mempertimbangkan permintaan resmi Duta Besar Spanyol, yang disampaikan melalui surat tertulis kepada Basarnas pada 31 Desember 2025. Permohonan serupa turut diajukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR pada dasarnya dilakukan selama tujuh hari. Namun, operasi dapat diperpanjang apabila masih terdapat peluang atau tanda-tanda korban dapat ditemukan.
“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur SAR dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan ini,” kata Fathur.
13 Kapal dan Peralatan Sonar Dikerahkan
Pada hari ketujuh pencarian, Tim SAR gabungan mengerahkan 13 kapal untuk menyisir area perairan Selat Pulau Padar. Selain itu, peralatan sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT turut digunakan untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di bawah permukaan laut.
Namun hingga evaluasi dilakukan, hasil pencarian masih nihil.
“Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Jumat, 2 Januari 2026, memasuki hari kedelapan pencarian,” ujar Fathur.
Keluarga Korban Ikut ke Lokasi Tenggelam
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban yang datang langsung dari Spanyol. Pada Kamis (1/1/2026), mereka turut bergabung bersama Tim SAR untuk melihat langsung titik tenggelamnya kapal, menggunakan speedboat milik Polri.
Di lokasi kejadian, keluarga menyaksikan langsung kondisi perairan yang dinilai tidak menentu, dengan arus kuat dan gelombang yang berubah-ubah.
“Di Selat Pulau Padar ini terdapat anomali cuaca. Tiba-tiba gelombang muncul di perairan yang sebelumnya terlihat tenang,” ungkap Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, yang mendampingi keluarga korban.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyebutkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca kemaritiman BMKG, tinggi gelombang di perairan Taman Nasional Komodo saat itu sekitar 0,5 meter atau kategori rendah.
Namun di sejumlah titik Selat Pulau Padar, gelombang terpantau lebih tinggi dari prakiraan, yang diduga menjadi salah satu faktor menyulitkan pencarian.
Hingga pencarian dihentikan sementara pada sore hari dan rombongan kembali ke Labuan Bajo, tiga korban masih belum ditemukan. Mereka adalah Fernando Martin Carreras dan dua anak laki-lakinya.
Keluarga korban yang terlibat dalam pencarian terdiri dari kakak dan paman istri korban, serta Wakil Duta Besar Spanyol. Sementara istri Fernando tidak ikut dalam pencarian karena mengantar jenazah putri mereka yang telah lebih dulu ditemukan ke Bali.
Meski waktu terus berjalan, harapan keluarga dan tim SAR belum padam. Operasi pencarian lanjutan menjadi penentu terakhir dalam upaya menemukan sang pelatih Valencia dan dua buah hatinya di perairan Labuan Bajo.