finnews.id – Samsung bersiap membawa pembaruan besar ke lini ponsel kelas menengah premiumnya. Smartphone terbaru dari seri Galaxy A, yakni Samsung Galaxy A57, dikabarkan akan mengusung layar OLED fleksibel, teknologi yang selama ini identik dengan ponsel flagship.
Laporan terbaru dari GSM Arena, Kamis (1/1), mengutip media industri Korea The Elec yang menyebut produsen layar asal China, CSOT, berpeluang menjadi salah satu pemasok panel OLED fleksibel untuk Galaxy A57.
Meski demikian, Samsung Display disebut masih akan menjadi pemasok utama dan menyuplai panel dalam jumlah terbesar, melanjutkan dominasinya di lini Galaxy A5 series.
Jika rumor ini benar, Galaxy A57 bakal menjadi langkah penting Samsung, mengingat selama ini ponsel Galaxy A masih mengandalkan panel OLED kaku (rigid OLED). Peralihan ke OLED fleksibel membuka ruang desain yang lebih modern, mulai dari bezel yang lebih tipis, bodi lebih ramping, hingga tampilan layar yang terasa lebih premium.
Namun, penggunaan OLED fleksibel bukan tanpa konsekuensi. Panel jenis ini memiliki biaya produksi lebih mahal dibandingkan OLED kaku. Meski begitu, langkah Samsung dinilai logis mengingat kompetitor asal China sudah lebih dulu menghadirkan OLED fleksibel pada ponsel di kisaran harga 200 dolar AS atau sekitar Rp3,3 juta.
Galaxy A57 sendiri disebut-sebut akan meluncur pada Februari 2026, menjadikannya salah satu ponsel Samsung paling dinantikan awal tahun depan, terutama bagi konsumen yang menginginkan rasa flagship di kelas menengah.
Sebagai catatan, CSOT dan BOE sebelumnya pernah memasok panel OLED dalam jumlah terbatas untuk beberapa model Galaxy seri M dan A. Keterlibatan kembali produsen China ini menunjukkan strategi Samsung untuk mendiversifikasi rantai pasok sekaligus menekan biaya produksi.
Jika bocoran ini terwujud, Galaxy A57 berpotensi menjadi seri A paling premium yang pernah dirilis Samsung—baik dari sisi desain maupun teknologi layar.