Home Internasional Enam Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran
Internasional

Enam Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran

Bagikan
Ilustrasi Aksi Protest, Image: DALL·E 3
Bagikan

finnews.id – Enam orang tewas dalam unjuk rasa di Iran yang pecah di sejumlah kota besar dan menengah, menandai kembali meningkatnya ketegangan sosial akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Peristiwa ini terjadi setelah gelombang ketidakpuasan publik meluas, dipicu oleh merosotnya nilai mata uang nasional dan melonjaknya biaya hidup. Unjuk rasa di Iran tersebut memperlihatkan hubungan erat antara kondisi ekonomi makro, kebijakan negara, dan respons masyarakat terhadap krisis yang mereka rasakan secara langsung.

Kronologi Unjuk Rasa dan Bentrokan

Unjuk rasa bermula dari pusat-pusat ekonomi, terutama di Teheran, ketika para pedagang menutup toko sebagai bentuk protes atas jatuhnya nilai rial Iran terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam waktu singkat, aksi tersebut menyebar ke kota-kota lain seperti Lordegan, Azna, dan Kouhdasht. Massa turun ke jalan, meneriakkan tuntutan ekonomi sekaligus seruan politik yang lebih luas.

Situasi kemudian berubah menjadi bentrokan terbuka. Laporan dari media internasional menyebutkan terjadinya kejar-kejaran antara demonstran dan aparat keamanan, pembakaran kendaraan, serta pelemparan batu. Dalam rangkaian peristiwa tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Sumber resmi tidak selalu menjelaskan secara rinci apakah korban berasal dari kalangan demonstran atau aparat, sehingga memunculkan perbedaan narasi di berbagai laporan.

Perbedaan Versi dan Validitas Informasi

Dalam konteks Iran, perbedaan data korban sering muncul akibat keterbatasan akses informasi dan kontrol ketat terhadap peliputan. Kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa sebagian korban merupakan warga sipil yang ikut dalam unjuk rasa. Sebaliknya, media pemerintah menyebutkan adanya korban dari pihak keamanan, termasuk anggota pasukan paramiliter.

Media internasional menegaskan bahwa mereka belum dapat memverifikasi seluruh klaim secara independen. Namun, konsensus dari berbagai laporan menyebutkan bahwa sedikitnya enam orang kehilangan nyawa selama unjuk rasa berlangsung. Fakta ini cukup untuk menunjukkan tingkat eskalasi kekerasan yang signifikan, meskipun skala aksi dinilai masih lebih kecil dibandingkan gelombang protes besar pada tahun-tahun sebelumnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Jumlah Imigran di Inggris Tahun 2025, Ranking 2 Tertinggi di Dunia

finnews.id – Sebagai salah satu negara di Eropa yang cukup disegani nyatanya...

Internasional

Tragedi Kebakaran di Swiss: 40 Orang Tewas, Pencarian Korban Terus Berlangsung

finnews.id – Kebakaran hebat yang terjadi di bar Le Constellation di resor...

Internasional

Konflik Israel-Palestina: 42 Jurnalis Palestina Ditangkap Israel Sepanjang 2025

finnews.id – Selama masa pendudukan Israel di Palestina, tidak hanya kebebasan HAM...

Donald Trump
Internasional

Kesehatan Donald Trump Menjadi Topik Wawancara dengan Media Internasional

finnews.id – Kesehatan Donald Trump menjadi topik wawancara dengan media internasional setelah...