Home Ekonomi Bank Jatim: Pemegang Saham Pengendali Bank Lampung
Ekonomi

Bank Jatim: Pemegang Saham Pengendali Bank Lampung

Bank jatim investasi

Bagikan
Bagikan

finnews.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi ditetapkan sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Lampung per Desember 2025.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Ultimate Shareholder PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung).

Pengambilalihan itu dilakukan melalui transaksi penyertaan modal sebesar Rp100 miliar, termasuk agio saham dengan rincian sebesar Rp25,38 miliar dengan jumlah saham sebanyak 2.537.684 dalam bentuk setoran modal, serta sisa setoran modal sebesar Rp74,63 miliar menjadi agio saham.

Bank Jatim melakukan investasi sebesar Rp100 miliar ke Bank Lampung sebagai bagian dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB).

“Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham

Melalui suntikan modal tersebut, Bank Jatim kini menggenggam 5,42% saham Bank Lampung, dan telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK,” ujar Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K sebagaimana keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.

Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan Bank Lampung agar memenuhi ketentuan modal inti minimum serta memperluas aliansi bisnis antar Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Per kuartal III-2025, Bank Jatim mencatatkan laba bersih senilai Rp1,148 triliun, atau tumbuh 23,51 persen year-on-year (yoy) dibandingkan senilai Rp930,06 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Pada periode itu, pendapatan bunga perseroan tercatat senilai Rp7,42 triliun, atau tumbuh 28,36 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp5,78 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Adapun, pendapatan bunga bersih perseroan tumbuh 29,25 persen (yoy) menjadi Rp5,1 triliun per kuartal III-2025, dibandingkan senilai Rp3,94 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Dari sisi kualitas aset, perseroan mencatatkan beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp1,245 triliun, atau tumbuh 80,64 persen (yoy) dibandingkan senilai Rp689,73 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...