Home Internasional 159 Orang Kehilangan Nyawa akibat Banjir di Sri Lanka
Internasional

159 Orang Kehilangan Nyawa akibat Banjir di Sri Lanka

Bagikan
Banjir, Image: Hans / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Banjir di Sri Lanka kembali menarik perhatian global setelah laporan resmi menyebut sebanyak 159 orang kehilangan nyawa akibat bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan deras dan tanah longsor. Kondisi ini menjadi salah satu kejadian paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, ketika negara itu masih berada pada fase musim monsun yang biasanya berlangsung lebih ringan. Namun, fenomena ini bergerak cepat dan membuat banyak wilayah tidak siap menghadapinya.

Di awal laporan, pemerintah Sri Lanka menyebut bahwa lebih dari 200 orang masih belum ditemukan, dan proses pencarian terus berlangsung. Dengan demikian, angka kematian diperkirakan dapat meningkat karena sejumlah wilayah pedesaan masih terisolasi akibat longsor dan banjir yang menutup akses kendaraan darat.

Selain itu, bencana ini menyebabkan lebih dari 20.000 rumah hancur total, sehingga memaksa lebih dari 108.000 warga mengungsi dan mencari perlindungan di tempat penampungan pemerintah. Kondisi darurat diperparah ketika sepertiga wilayah Sri Lanka sempat kehilangan akses listrik dan air bersih setelah Cyclone Ditwah melintasi jalur timur pulau, membawa angin kencang serta curah hujan tak biasa.

Sementara itu, kawasan Kandy dan Badulla mencatat korban terbanyak. Banyak desa di dua wilayah ini masih terisolasi karena akses jalan tertutup lumpur dan reruntuhan. Dalam situasi genting tersebut, banyak warga bergantung pada tempat ibadah seperti kuil dan sejumlah rumah yang masih berdiri kokoh.

Salah satu warga Badulla, Saman Kumara, menggambarkan kondisi yang semakin kritis dan penuh tekanan. Ia mengatakan bahwa akses keluar masuk desanya tertutup longsor, sementara persediaan pangan dan air bersih menipis. Narasi ini memperlihatkan kondisi nyata di lapangan, ketika puluhan ribu warga berada dalam ancaman kesehatan dan kelaparan.

Insiden tragis juga terjadi di distrik Kurunegala, ketika air bah menerjang panti jompo dan menewaskan sedikitnya 11 penghuninya. Pada saat bersamaan, tim evakuasi menyelamatkan 69 penumpang sebuah bus yang terendam air di Anuradhapura setelah upaya penyelamatan selama lebih dari 24 jam, dibantu oleh militer dan angkatan laut.

Salah satu penumpang bernama WM Shantha menyatakan bahwa dirinya dan penumpang lain berhasil memanjat atap bangunan untuk bertahan. Namun, atap tersebut runtuh sebagian dan tiga orang perempuan sempat hanyut terbawa air sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

Pemerintah Sri Lanka kini mengeluarkan status darurat nasional dan menyerukan bantuan internasional. Selain itu, mereka mendorong diaspora Sri Lanka agar memberikan dukungan finansial sebagai upaya mempercepat pemulihan. Di bagian lain, otoritas setempat masih mengawasi ketinggian Sungai Kelani yang dikabarkan terus meningkat, sehingga evakuasi tambahan masih mungkin dilakukan.

Fenomena ini memperlihatkan eskalasi cuaca ekstrem di kawasan Asia, karena banjir serupa juga terjadi di Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Meskipun Sri Lanka terbiasa menghadapi hujan musiman, intensitas bencana tahun ini dianggap tak biasa dan menjadi pengingat bahwa pola cuaca global semakin sulit diprediksi.

Dengan berbagai tantangan kemanusiaan, operasional, dan logistik, Sri Lanka memasuki masa pemulihan panjang, sementara masyarakat, pemerintah, dan lembaga internasional bersiap menghadapi risiko lanjutan apabila hujan ekstrem kembali melanda.

Referensi: BBC News, AFP, News Center, Getty Images

Bagikan
Artikel Terkait
Kebakaran
Internasional

Hong Kong Berkabung setelah Tragedi Kebakaran Mematikan

finnews.id – Hong Kong berkabung selama tiga hari setelah kebakaran terbesar dalam...

Internasional

Eropa Mengering: Data Satelit 20 Tahun Terakhir Ungkap Krisis Air Tersembunyi

finnews.id – Krisis air di Eropa kini berubah menjadi isu serius yang...

Internasional

Pangeran William Kunjungi Pengungsi Gaza

finnews.id – Pangeran William kembali menarik perhatian publik setelah melakukan kunjungan pribadi...

Pesawat Kargo UPS Meledak
Internasional

Ribuan Pesawat Airbus Kembali Beroperasi setelah Update Darurat

finnews.id – Ribuan pesawat Airbus kembali beroperasi normal setelah mengalami grounding sementara...