finnews.id – Hujan deras dan angin kencang yang melanda Aceh menimbulkan bencana tanah longsor dan banjir. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, ada 22 desa yang terendam banjir.
Dua puluh dua desa itu tersebar di tiga kecamatan dengan ketinggian air berkisar antara 50 centimeter hingga mencapai di atas 1,8 meter.
Menurut Koordinator Pusdalops BPBD Nagan Raya, Aceh, Agussalim, bencana alam yang terjadi di kawasan tersebut akibat hujan deras dan angin kencang, yang melanda Kabupaten Nagan Raya, sejak Rabu (26/11) lalu sehingga menyebabkan debit air Sungai/Krueng Beutong dan Krueng Tripa meuluap.
“Saat ini banyak infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir, banyak masyarakat kehilangan harta benda serta surat-surat berharga dan penting,” kata Agussalim, Jumat, 28 November 2025, dikutip Antara.
Banjir yang melanda menyebabkan permukiman warga tergenang air dengan ketinggian air berkisar antara 50 centimeter hingga 180 centimeter. Ada pula rumah warga yang tertimbun material lumpur sedalam 10 centimeter hingga 30 centimeter.
“Banjir juga menyebabkan putusnya akses jalan nasional,” katanya menambahkan.
Adapun kecamatan yang terdampak banjir, diantaranya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang meliputi Desa/Gampong Blang Puuk, Gampong Blang Meurandeh, Gampong Babah Suak, Gampong Kuta Teungoh.
Kemudian di Kecamatan Darul Makmur meliputi Gampong Ujong Lamie, Gampong Lamie, Gampong Kuta Trieng, Gampong Geulagang Gajah, Gampong Kaye Unoe, Gampong Tuwi Buya, Gampong Suak Palembang, Gampong Alue Wakie, Gampong Gunong Cut.
Banjir juga merendam sembilan desa di Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Aceh, yakni Desa/Gampong Panten Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, Neubok Yee PP, Neubok Yee PK, Pasie kebeu Dom, Lueng Keube Jagat, Drien Tujoh serta Desa Babah Lueng.