Home Internasional Seorang Wanita Bangkit dari Kematian saat akan Dikremasi
Internasional

Seorang Wanita Bangkit dari Kematian saat akan Dikremasi

Bagikan
Wanita Bangkit dari Kematian
Wanita Bangkit dari Kematian, Ilustrasi: Carolynabooth / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Fenomena mengejutkan terjadi di Thailand ketika seorang wanita bangkit dari kematian saat hendak dikremasi, menarik perhatian masyarakat dan media internasional.

Kejadian ini terjadi di Wat Rat Prakhong Tham, sebuah kuil Buddha di provinsi Nonthaburi, dekat Bangkok, yang viral setelah video wanita dalam peti mati sedikit bergerak, sebagaimana postingan di Facebook kuil.

Fenomena ini menimbulkan perdebatan mengenai kesalahan diagnosa kematian dan pentingnya prosedur medis yang tepat sebelum pemakaman.

Kejadian yang Menghebohkan Staf Kuil

Menurut Pairat Soodthoop, manajer umum dan urusan keuangan kuil, wanita berusia 65 tahun itu dibawa oleh saudaranya dari provinsi Phitsanulok untuk dikremasi.

Saat proses persiapan, staf kuil mendengar ketukan dari dalam peti mati, yang ternyata berasal dari wanita tersebut.

Saat peti dibuka, staf terkejut melihat wanita itu membuka mata sedikit dan mengetuk sisi peti. “

Kami semua sangat terkejut, dia tampak hidup setelah kami kira sudah meninggal,” ujar Pairat kepada Associated Press.

Kejadian ini menunjukkan bagaimana kondisi fisik yang sangat lemah bisa menimbulkan kesan seseorang telah meninggal, padahal masih ada tanda-tanda kehidupan.

Kesalahan diagnosa ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan medis yang lengkap sebelum melakukan pemakaman.

Faktor Medis di Balik Kesalahan Diagnosa

Wanita itu sebelumnya sudah berbaring di tempat tidur selama dua tahun karena kondisi kesehatan yang menurun. Dua hari sebelum ke kuil, saudaranya mengira ia berhenti bernapas.

Fenomena ini sejalan dengan kasus medis bernama “false death signs,” yaitu kondisi di mana orang tampak meninggal karena pernapasan lemah, denyut jantung hampir tidak terdeteksi, atau kondisi tubuh lain yang menyerupai kematian.

Selain itu, kondisi seperti koma ringan atau locked-in syndrome juga bisa membuat pasien tampak tidak responsif.

Perjalanan panjang sejauh 500 kilometer dari Phitsanulok ke Bangkok membuat tanda-tanda kehidupan yang halus sulit terdeteksi tanpa alat medis yang memadai.

Hal ini menekankan perlunya verifikasi kematian oleh tenaga medis bersertifikat sebelum prosedur kremasi sempat pihak kuil lakukan.

Peran Keluarga dan Kuil dalam Situasi Ini

Saudaranya membawa wanita itu dengan niat baik untuk menyumbangkan organ sesuai keinginannya, namun rumah sakit menolak karena tidak memiliki surat kematian resmi.

Kuil tempat wanita itu dibawa menawarkan layanan kremasi gratis, tetapi tetap menolak karena prosedur resmi belum lengkap.

Saat staf kuil menjelaskan langkah mendapatkan surat kematian, ketukan dari peti mati terdengar, yang akhirnya membuat mereka memeriksa kembali kondisi wanita itu.

Kuil kemudian membawa wanita tersebut ke rumah sakit terdekat, dan abbot kuil menyatakan akan menanggung biaya perawatan medisnya.

Cerita ini menunjukkan kepedulian sosial komunitas dan pentingnya prosedur resmi dalam penanganan jenazah, sekaligus memberi pelajaran tentang kesalahan pemeriksaan medis yang bisa terjadi.

Pelajaran dan Kesadaran bagi Masyarakat

Kasus wanita bangkit dari kematian ini bukan fenomena supranatural, melainkan kesalahan identifikasi kondisi seseorang yang bisa terjadi jika kondisi pasien sangat lemah atau pemeriksaan medis tidak lengkap. Kejadian ini menekankan pentingnya:

  1. Memastikan kematian terkonfirmasi oleh tenaga medis bersertifikat.

  2. Tidak melakukan prosedur pemakaman atau kremasi sebelum verifikasi resmi.

  3. Menyadari bahwa tanda kehidupan yang halus bisa terlewatkan, terutama pada pasien lansia atau yang sakit kronis.

Fenomena ini menjadi viral tidak hanya karena dramatisnya kejadian, tetapi juga sebagai pengingat bagi masyarakat global tentang pentingnya prosedur medis dan penanganan pasien yang tepat sebelum menyatakan kematian.

Referensi

  • Associated Press. “Thai woman thought dead moves in coffin before cremation.” AP News. 2025.

  • BBC News. “Thailand woman ‘revives’ in coffin on way to cremation.” BBC. 2025.

  • National Center for Biotechnology Information. “False death signs and misdiagnosis of death: Clinical review.” NCBI. 2023.

  • Medical News Today. “Locked-in syndrome: Symptoms, causes, and treatments.” MNT. 2024.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan, Siapa Paling Dirugikan?

finnews.id – Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu....

Internasional

Iran Batasi Hanya 12 Kapal Per Hari Lintasi Selat Hormuz, Tarif Tembus Rp34 Miliar per Kapal!

finnews.id – Kebijakan baru Iran terkait jalur strategis energi dunia, Selat Hormuz,...

Internasional

AS Kirim Dua Kapal Perang Lintasi Selat Hormuz, Trump: Kami Mulai Proses Pembersihan!

finnews.id – Dua kapal perang Amerika Serikat dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz....

Internasional

Israel Ngaku Kirim 10.800 Serangan Udara ke Iran Selama Perang Satu Bulan Lebih

radarpena.co.id – Militer Israel menyatakan telah melancarkan lebih dari 10.800 serangan udara...