Home Ekonomi Sindir Pedas Pendukung Impor Baju Bekas, Purbaya: ANDA PENJAHAT
Ekonomi

Sindir Pedas Pendukung Impor Baju Bekas, Purbaya: ANDA PENJAHAT

Bagikan
Sindir Pedas Pendukung Impor Baju Bekas, Purbaya sebut ANDA PENJAHAT
Sindir Pedas Pendukung Impor Baju Bekas, Purbaya sebut ANDA PENJAHAT
Bagikan

Finnews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kemarahannya terhadap para pendukung impor pakaian bekas ilegal atau balpres.

Ia bahkan memastikan akan mengirimkan petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendatangi pihak-pihak yang terindikasi terlibat dalam impor balpres illegal. Termasuk mereka yang sering tampil di televisi atau Youtube. ”

“Jadi yang di Youtube, yang di TV, itu hati-hati. Saya akan kirim orang. Karena Anda declare Anda penjahat, masa saya diam,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Senin, 17 November 2025.

Purbaya mengaku masih berusaha merampungkan peraturan yang memperkuat hukuman bagi para importir barang ilegal itu, dengan memberikan hukuman tambahan bagi ‘mafia’ impor pakaian bekas ini.

Hukumannya berupa denda hingga memasukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist importir.

Sebagaimana diketahui, larangan impor pakaian bekas sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40 Tahun 2022.

Baju Bekas Sitaan Dijual Murah ke UMKM

Purbaya mengubah strategi dalam menangani barang sitaan impor ilegal. Ia tidak lagi memusnahkan barang bukti dengan cara membakar. Melainkan memanfaatkannya dengan menjual murah ke masyarakat atau UMKM.

“Kan saya selalu komplain itu balpres, saya tangkap barangnya, orangnya enggak bisa didenda, terus saya mesti memusnahkan barangnya,” jelas Purbaya.

Dia mengatakan, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan, dan juga telah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Yakni memanfaatkan hasil penindakan itu dengan menjual murah ke masyarakat atau UMKM.

Purbaya mengaku juga sudah melakukan konsultasi dengan Asosiasi Garment dan Textile Indonesia atau AGTI.

Hasilnya, balpres ilegal yang masuk serta berhasil ditindak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai itu akan dicacah untuk dijadikan bahan baku atau dijual murah.

“Ini juga atas arahan presiden, ini mesti dimanfaatkan, jangan dibakar begitu saja. Kita pikir-pikir gimana, apa boleh enggak kita cacah ulang? Boleh. Jadi kita ketemu dengan AGTI, menawarkan bisa enggak mereka mencacah ulang balpres itu. Nanti sebagian mereka pakai, sebagian dijual ke UMKM dengan harga murah,” pungkas Purbaya.

Bagikan
Artikel Terkait
Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...