Home News Cuaca Buruk Hambat Pencarian 12 Korban Longsor Cilacap, Tim SAR Persempit Area Operasi
News

Cuaca Buruk Hambat Pencarian 12 Korban Longsor Cilacap, Tim SAR Persempit Area Operasi

Bagikan
longsor cilacap
Tim SAR mempersempit sektor pencarian longsor Cilacap untuk menemukan 12 korban yang belum ditemukan. Cuaca buruk dan kondisi tanah yang jenuh air menjadi kendala utama operasi hari keempat.Foto:Tangkapan Layan IG @pnbp
Bagikan

Finnews.id – Tim SAR mempersempit sektor pencarian longsor Cilacap untuk mencari 12 korban yang masih belum ditemukan. Cuaca buruk dan kondisi tanah yang jenuh air menjadi kendala utama operasi hari keempat.

Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, memasuki hari keempat dengan fokus utama menemukan 12 warga yang masih hilang.

Tim SAR gabungan mempersempit area pencarian menjadi dua sektor dengan empat titik kerja untuk memaksimalkan efektivitas operasi setelah sektor sebelumnya dinyatakan tuntas.

Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah menjelaskan bahwa penyempitan area dilakukan karena Worksite A3 selesai dan seluruh korban di titik tersebut telah ditemukan. Pada tahap lanjutan, pencarian dipusatkan di sektor A dan B, masing-masing di Worksite A1, A2, B1, dan B2.

Ia merinci bahwa enam korban masih dicari di Dusun Cibuyut, tepatnya di Worksite A1 dan A2. Sementara itu, enam korban lainnya berada di Dusun Tarukahan, yang menjadi fokus pada Worksite B1 dan B2. Total 21 ekskavator, 17 kompresor, sembilan anjing pelacak, serta lebih dari 600 personel diterjunkan di lapangan.

Berdasarkan asesmen lapangan pada pukul 05.30 WIB yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lainnya, seluruh titik pencarian dinyatakan tidak mengalami perubahan.

Abdullah menegaskan bahwa setiap worksite memiliki luas sekitar 500 meter persegi. Pergeseran kecil pada area pencarian masih dianggap berada dalam batas aman rencana operasi.

Di sisi lain, cuaca kembali menjadi kendala besar. Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Aziz mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Sabtu malam mengakibatkan lokasi pencarian tergenang dan tanah berubah menjadi lebih lembek. Kondisi tersebut membuat pergerakan alat berat lebih sulit dan memperlambat proses evakuasi.

Menurutnya, koordinasi antartim harus lebih ketat untuk mengantisipasi risiko tambahan akibat kondisi medan yang labil. Dukungan alat berat juga terus ditambah, termasuk tiga ekskavator PC200 yang dikirim oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
News

Libur IMLEK Bandung Macet Parah, Spot Wisata PADAT

finnews.id – 1,5 Juta Kendaraan Masuk Kota Bandung Selama Libur Imlek 2026...

News

Apakah Begadang hingga Sahur Memengaruhi Sahnya Puasa?

finnews.id – Bulan Ramadan sering kali membuat pola tidur seseorang berubah drastis....

News

Heboh Warga Jateng Serukan Setop Bayar Pajak! Pajak Motor & Mobil Naik Imbas ‘Opsen PKB’, Ini Faktanya

finnews.id – Jagat media sosial Jawa Tengah tengah diguncang aksi protes warga...

Situasi terkini stasiun Gambir Jakarta
News

Mudik Gratis KAI Lebaran 2026 Dibuka: Cek Syarat, Rute, dan Cara Daftarnya

finnews.id – Kabar yang ditunggu-tunggu pemudik akhirnya tiba! PT Kereta Api Indonesia...